Tim Indonesia U-17 Matangkan Persiapan Hadapi Piala Kemerdekaan
📅 Rabu, 06 Agu 2025, 00:29 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: ist
JAKARTA - Tim Indonesia U-17 terus mempercepat persiapan menjelang tampil di Piala Kemerdekaan 2025, turnamen pemanasan yang dirancang sebagai batu loncatan menuju Piala Dunia U-17 di Qatar, November mendatang. Skuad asuhan pelatih Bima Sakti saat ini tengah menjalani pemusatan latihan intensif.
Piala Kemerdekaan tahun ini dijadwalkan digelar di Stadion Utama Sumatera Utara, Medan, pada tanggal 10-18 Agustus. Turnamen ini akan diikuti empat tim yang semuanya lolos ke Piala Dunia U-17. Hingga kini, dua negara telah dipastikan menjadi lawan tanding Garuda Muda, yakni Afrika Selatan dan Tajikistan. PSSI masih menjajaki partisipasi satu tim tambahan dari kawasan Amerika Latin.
“Turnamen ini menjadi ujian nyata. Kami ingin para pemain menghadapi atmosfer kompetitif dan beragam gaya bermain lawan sebelum terjun ke turnamen utama di Qatar,” ujar Bima Sakti.
Pemusatan latihan yang sedang berlangsung difokuskan pada peningkatan fisik, pemahaman taktik, serta memperkuat chemistry antar pemain. Materi latihan juga disesuaikan untuk menghadapi tekanan pertandingan internasional dengan intensitas tinggi.
Salah satu pemain yang kembali dipanggil adalah Nazriel Alfaro Syahdan, gelandang muda Persib Bandung yang sudah mengikuti TC sebelumnya di Bali.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nazriel dinilai memiliki visi bermain yang baik dan mampu menyeimbangkan lini tengah. Pengalamannya dalam beberapa pemusatan latihan sebelumnya menjadi nilai tambah dalam proses seleksi akhir menuju Qatar.
Selain aspek teknis, pemilihan Medan sebagai tuan rumah Piala Kemerdekaan juga merupakan langkah strategis PSSI untuk memperluas basis sepak bola nasional. Ajang ini tidak hanya menjadi alat ukur kekuatan tim, tapi juga bagian dari upaya menyebarluaskan atmosfer sepak bola ke wilayah di luar Jawa.
Dengan waktu yang kian mendekat, Piala Kemerdekaan 2025 akan menjadi cerminan sejauh mana kesiapan Tiim Indonesia U-17 menghadapi tantangan sebenarnya di Piala Dunia. Uji tanding melawan kekuatan dari tiga benua akan memberi gambaran yang lebih nyata tentang kualitas skuad yang kini dibentuk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ajang ini harus benar-benar dimanfaatkan, apalagi mereka juga lolos di Piala Dunia di Qatar. Kalau gagal bisa menjagi ukuran. demikian juga andai juara pun juga dapat untuk mengukur kualitas tim U-17 tersebut. Pelatih Bima Sakti mesti berupaya mendorong anak-anak asuhnya benar-benar mengeluarkan segenap kekuatan, sehingga syukur-syukur menjadi juara. Sebab kalau menjadi juara tentu akan mendorong mental mereka menjadi lebih percaya diri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!