Tenang Dulu, Harga BBM Dijaga Tetap Stabil Sampai Tutup Tahun
📅 Rabu, 18 Mar 2026, 06:53 WIB | Oleh: Tim PenulisYOGYAKARTA – Menahan harga BBM sampai akhir tahun itu ibarat menahan rem di tengah jalan yang lagi naik-turun.
Di satu sisi, langkah ini bisa bikin masyarakat lebih tenang karena biaya hidup tetap terkendali, apalagi saat harga-harga lain ikut bergerak.
Tapi di sisi lain, pemerintah juga harus pintar-pintar mengatur “isi dompet” negara supaya kebijakan ini tetap aman buat fiskal. Jadi, bukan sekadar nahan harga, tapi juga soal menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat dan kesehatan keuangan negara.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah masih memiliki kemampuan untuk menahan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga akhir tahun di tengah tekanan harga energi global dampak konflik di Timur Tengah.
"Sampai sekarang belum ada hitungan untuk menaikkan harga BBM karena kita punya uang masih cukup untuk level harga BBM yang sekarang," kata Purbaya usai mengunjungi Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, Selasa (18/3).
Sebaiknya Anda baca juga:
Purbaya menyebut pemerintah mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai peredam guncangan ("shock absorber") untuk menjaga daya beli masyarakat.
"Fungsi anggaran meng-'absorb shock' dari luar. Sampai sekarang yang 'absorb' adalah APBN pemerintah," ujarnya.
Ia menambahkan kemampuan fiskal tersebut memungkinkan pemerintah menahan harga BBM hingga akhir tahun, bergantung pada kebijakan Presiden.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kalau segini saja mah, kalau presiden mau sih sampai akhir tahun juga bisa. Jadi saya punya uang cukup banyak. Yang masih bisa dipakai, yang pengamat, pengamat itu, nggak tahu uangnya di mana," ujarnya.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyebut harga minyak dunia melonjak hingga melampaui 100 dolar AS per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik yang berdampak pada pasokan dan distribusi energi global, sehingga mendorong tekanan terhadap harga minyak di pasar internasional.
"Pertamina terus memonitor dinamika harga minyak dunia yang saat ini berada di kisaran 100 dolar AS per barel," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron.
Selain itu, Pertamina menjalin komunikasi dengan pemerintah terkait kebijakan energi nasional dalam merespons lonjakan harga minyak dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!