Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tembakau Jadi Nafas Hidup Madura, Usulan KEK Menggema Kencang

📅 Rabu, 26 Nov 2025, 19:40 WIB | Oleh:
Tembakau Jadi Nafas Hidup Madura, Usulan KEK Menggema Kencang Doc: ANTARA/HO-PWI Sumenep
Ket. Dialog Publik PWI Sumenep 2025-2028 bertajuk "Mengawal Percepatan Pembangunan dan Ekonomi Madura" di Pendapa Agung Keraton, Sumenep, Jawa Timur, Rabu (26/11).

JAKARTA - Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary Achsanul Qosasi menilai daerah Madura layak untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tembakau.

‎Dirinya dalam pernyataan diterima di Jakarta, Rabu mengungkapkan alasan daerah tersebut cocok untuk menjadi KEK tembakau, yaitu karena menjadi produsen tembakau terbanyak di skala nasional.

‎"Penduduk Madura mayoritas petani tembakau dan garam. Kita bisa melihat itu dari ujung timur Pulau Madura, yakni Sumenep, hingga ke Bangkalan. Negara harusnya berterima kasih dan mengapresiasi warga Madura," katanya yang disampaikan pada Pelantikan Pengurus dan Dialog Publik PWI Sumenep 2025-2028 bertajuk "Mengawal Percepatan Pembangunan dan Ekonomi Madura" di Pendapa Agung Keraton, Sumenep, Jawa Timur, Rabu.

‎Selain itu, lanjut dia, tembakau dan hasil industri tembakau menjadi sumber kehidupan dan penghidupan warga Madura.

‎"Madura dibatasi oleh kawasan yang jelas sehingga mudah untuk dilakukan pengawasan," katanya.

‎Menurut dia bahwa menjadikan Madura sebagai KEK tembakau sebenarnya telah mewujudkan salah satu Astacita Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres RI Gibran Rakabuming Raka.

‎"Astacita itu yakni meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif dan melanjutkan pengembangan infrastruktur," ujarnya.

‎Menurut dia, KEK Madura akan menjadi intermediary atau perantara antara eksekutor yakni petani, pengusaha tembakau dan pengusaha rokok dengan regulator yakni pemerintah kabupaten dan provinsi, bea cukai serta pabrik pupuk.

‎"Dengan KEK Tembakau ini, semoga pemerintah tergugah untuk memberikan hak kepada petani agar bisa memperbaiki perekonomian Madura," katanya.

‎Selain itu, KEK tembakau sebagai bentuk kekesalan dan protes warga Madura lantaran harga pembelian tembakau tidak berpihak kepada petani.

‎"KEK Tembakau ini merupakan solusi atas protes dan kekesalan yang muncul dari ide dan pemikiran warga Madura sendiri," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

46 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.