Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Peredaran Pangan Berbahaya Selama Ramadan, Bapanas Intensifkan Pengawasan

2 Sabtu, 15 Mar 2025, 11:26 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Cegah Peredaran Pangan Berbahaya Selama Ramadan, Bapanas Intensifkan Pengawasan Cegah Peredaran Pangan Berbahaya Selama Ramadan, Bapanas Intensifkan Pengawasan Doc: Bapanas
Ket. Keamanan pangan selama Ramadan sangat krusial, mengingat meningkatnya konsumsi pangan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) mengintensifkan pengawasan terhadap pangan segar di pasar-pasar ritel dan pasar tradisional selama bulan suci Ramadan serta menjelang Hari Raya Idulfitri 2025. Langkah ini diambil untuk memastikan pangan segar yang beredar memenuhi standar keamanan dan mutu yang ditetapkan, khususnya untuk komoditas yang banyak dikonsumsi masyarakat di bulan puasa, seperti kurma.

Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan, Hermawan menyatakan bahwa pengawasan yang lebih ketat sangat diperlukan menjelang Ramadan untuk memastikan semua produk pangan segar asal tumbuhan (PSAT), khususnya kurma, yang masuk ke pasar aman dan memenuhi standar yang ditetapkan.

“Keamanan pangan selama Ramadan sangat krusial, mengingat meningkatnya konsumsi pangan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya. Kurma adalah salah satu pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat saat berbuka puasa. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memastikan bahwa kurma yang beredar aman dari cemaran bahan berbahaya seperti pestisida, pengawet, dan bahan kimia lainnya," ujar Hermawan dalam keterangannya pada Jumat (14/3) di Jakarta. 

Hermawan menyampaikan, Direktorat PPSKMP NFA melaksanakan pengawasan rutin di berbagai ritel modern yang tersebar di Tangerang, Bogor, dan Bekasi. Tim mengambil sampel kurma dari lima nama dagang yang berbeda dan melakukan pengujian laboratorium untuk mengidentifikasi potensi kontaminasi Salmonella dan kapang khamir.

Dalam pelaksanaannya, Hermawan beserta tim melakukan sosialiasi kepada para pelaku usaha yang belum mendaftarkan ijin edar PSAT sehingga produk pangannya belum dilengkapi dengan label dan kemasan sesuai dengan Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) No. 1/2023.  

“Kami juga menegaskan pentingnya kebijakan yang mewajibkan produk PSAT yang diterima di ritel memiliki nomor izin edar yang sah. Hal ini sejalan dengan ketentuan dalam peraturan keamanan pangan, seperti yang tercantum dalam Undang-Undang No. 18/2012 tentang Pangan dan Perbadan, yang menekankan pentingnya label yang benar dan jaminan keamanan pangan guna melindungi konsumen dari potensi risiko kesehatan,” ujar Hermawan saat melakukan pengawasan keamanan pangan segar di Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (11/3/).

“Kami juga telah menyediakan laboratorium keliling yang dilengkapi dengan rapid test kit untuk menguji bahan pangan segar, termasuk kurma, dari residu pestisida, Salmonella, kapang khamir, dan bahan kimia berbahaya. Dengan teknologi ini, petugas dapat dengan cepat memastikan bahwa pangan segar yang sampai ke konsumen aman untuk dikonsumsi,” tambahnya.

Stabilitas Harga

Dalam keterangan terpisah, Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi, menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan serta juga keamanan pangan guna memastikan bahwa Lebaran 2025 dapat berlangsung dengan aman dan menyenangkan bagi masyarakat.

"Pemerintah berupaya memastikan pangan yang aman, stabil, dan mencukupi, agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang dan tanpa kekhawatiran akan masalah pangan. Selain memastikan keamanan sayuran dan buah-buahan lainnya, kami juga memastikan bahwa kurma sebagai komoditas pangan yang saat ini banyak dikonsumsi, yang beredar di pasar bebas dari cemaran dan pengawet yang berbahaya," kata Arief.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Megapolitan
Pecinta Alam Jakarta Ajak K...

Bangun Persaudaraan dalam Keberagaman

25 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Bangun Persaudaraan dalam K...

Warga Mengembangkan Warteg hingga ke luar Negeri

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Warga Mengembangkan Warteg ...
Luar Negeri
Empat Negara Quad Kompak Kr...
Luar Negeri
FBI Tuding Kelompok Korea U...
Rona
Sangat Perlu Regenerasi Par...
Advertisement
Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.