Taiwan Denda Foxconn Atas Investasi Semikonduktor di Tiongkok
📅 Minggu, 22 Jan 2023, 21:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara/Wikimedia/Steve Jurvetson
Beijing - Otoritas Taiwan menjatuhkan hukuman denda sebesar 10 juta dolar NT (sekitar Rp4,9 miliar) terhadap perusahaan penyedia jasa manufaktur elektronik Hon Hai Precision Industry Co Ltd (Foxconn) karena melakukan investasi di perusahaan semikonduktor di Tiongkok.
Kementerian Urusan Ekonomi Taiwan (MOEA) seperti dikutip kantor berita CNA pada Sabtu (21/1) mengatakan bahwa Foxconn melakukan investasi tersebut tanpa persetujuan pihak berwenang Taiwan.
Foxconn mengakuisisi saham perusahaan Tiongkok Tsinghua Unigroup pada Juli lalu.
Saham tersebut dilepas pada Desember, tetapiFoxconn masih terkena sanksi denda sebelumnya oleh MOEA.
Foxconn beralasan bahwa kesepakatan dengan mitranyasangat rumit sehingga pihaknya kesulitan memenuhi proses persetujuan dari pihak berwenang.
Komisi Investasi MOEA menjatuhkan sanksi kepada Foxconn karena akuisisi tidak langsung atas 8,23 persen saham Tsinghua Unigroupyang dilakukan tanpa persetujuan itu dianggap melanggar Undang-Undang Hubungan Antar-Masyarakat Taiwan dan Tiongkok Daratan.
Namun, karena Foxconn telah melepaskan sahamnya diTsinghua Unigroup, maka tidak ada kekhawatiran tentang kemungkinan bocornya teknologi ke Tiongkok, yang berpotensi memengaruhi perkembangan industri Taiwan, menurut Komisi Investasi seperti CNA.
Oleh karena itu, komisi tersebut mengurangi denda menjadi 10 juta dolar NT dari sebelumnya 25 juta dolar NT (sekitar Rp12,4 miliar).
Keputusan itu juga didasari olehpertimbangan bahwaFoxconn telah menginvestasikan 20,4 miliar dolar NT (sekitar Rp10,1 triliun) di Taiwan dalam tiga tahun terakhir dan menciptakan 7.943 lapangan kerja.
Menurut Komisi Investasi, Foxconn juga telah menyepakati peningkatan investasi di Taiwan dalam dua tahun mendatang.
Foxconn, yang berkantor pusat di New Taipei, Taiwan, mengoperasikan sekitar 20 pabrik di Tiongkok.
Salah satu pabrik terbesarnya di Kota Zhengzhou, Provinsi Henan, Tiongkok, memproduksi iPhone untuk mencukupi kebutuhan 70 persen pasar ponsel pintar buatan Apple itu di seluruh dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!