Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Singapura Menjadi Konsumen Air Minum Kemasan Terbesar dalam Belanja per Kapita

📅 Rabu, 22 Mar 2023, 22:45 WIB | Oleh:
Singapura Menjadi Konsumen Air Minum Kemasan Terbesar dalam Belanja per Kapita Doc: Istimewa
Ket. Botol plastik sebagian besar terbuat dari polietilen tereftalat, menghasilkan 5,5 persen dari produksi plastik global.

SINGAPURA - Temuan sebuah studi baru-baru ini menyebutkan, orang di Singapura mengonsumsi air kemasan paling banyak dan membelanjakan paling banyak untuk itu per kapita, jauh lebih banyak daripada negara lain mana pun.

DemikianStudi oleh lembaga pemikir Institut Air, Lingkungan, dan Kesehatan Universitas Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang diterbitkan pada Kamis (16/3), menganalisis pasar global untuk air kemasan dan menelusuri dampak industri terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan PBB.

Dikutip dari The Straits Times, studi tersebut masing-masing menempatkan Singapura dan Australia di peringkat pertama dan kedua, dalam hal pendapatan tahunan global dan volume air yang dijual per kapita pada tahun 2021. Studi mendefinisikan air kemasan sebagai air yang dikemas dalam semua jenis wadah, untuk penggunaan individu dan rumah tangga.

Menurut penelitian, setiap orang di Singapura menghabiskan 1.348 dollar AS untuk air kemasan dan mengonsumsi 1.129 liter air kemasan pada tahun 2021, dibandingkan dengan orang Australia di urutan kedua, yang menghabiskan 386 dollar AS dan mengonsumsi 504 liter per orang.

Amerika Serikat, Indonesia, dan Malaysia menempati peringkat yang jauh lebih rendah baik dalam konsumsi air kemasan per kapita maupun pendapatan dibandingkan dengan Singapura.

Badan air nasional (Public Utilities Board/PUB) mengatakan air keran di kota itu "sangat aman untuk diminum dan sepenuhnya sehat langsung dari keran".

"Kualitas air keran sesuai dengan peraturan Kesehatan Masyarakat Lingkungan Badan Makanan Singapura (Air Cocok untuk Minum) (2019) dan sesuai dengan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia untuk kualitas air minum," kata juru bicara PUB.

"Setiap tahun, PUB melakukan lebih dari 500 ribu pengujian untuk lebih dari 300 parameter kualitas air, melebihi lebih dari 100 parameter yang terdaftar oleh WHO dan pedoman air minum internasional lainnya," katanya.

Para ahli mengatakan kepada The Straits Times bahwa alasan seperti kenyamanan, ketersediaan, dan keterjangkauan dapat menjelaskan mengapa Singapura menjadi konsumen utama air kemasan.

Peneliti di Lee Kuan Yew School of Public Policy's Institute for Environment and Sustainability (IES) di National University of Singapore, Corinne Ong dan DMaki Nakajima, mengatakan tingginya konsumsi air kemasan bisa jadi karena prevalensi dan keterjangkauan komoditas.

"Di Singapura, air kemasan relatif terjangkau dan dapat diakses secara luas di supermarket. Dalam masyarakat yang makmur, keinginan untuk membayar air di antara konsumen cenderung lebih tinggi," kata mereka dalam pernyataan bersama.

Mengutip studi IES pada 2019, Ong dan Nakajima juga mengatakan sebagian besar rumah tangga di Singapura terbuka untuk minum air ledeng, direbus atau tidak direbus, menambahkan hanya 3 persen dari 1.000 rumah tangga yang disurvei yang benar-benar mengonsumsi air kemasan.

"Hal ini menunjukkan kekhawatiran atas kualitas air keran kemungkinan besar bukanlah masalah yang menjelaskan tren konsumsi air kemasan di Singapura," kata mereka.

Direktur Eksekutif Institut Penelitian Lingkungan dan Air Universitas Teknologi Nanyang, Shane Snyder, menunjukkan orang-orang di sini mengonsumsi lebih sedikit minuman manis sekarang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.