Semua Harus Terus Waspada, Petugas Gabungan Padamkan Api di Riau
📅 Jumat, 31 Mar 2023, 00:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO
Pekanbaru - Semua harus terus waspada. Petugas gabungan berhasil memadamkan api akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan, dan di Desa Telum Pambang, Kabupaten Bengkalis.
"Alhamdulillah kebakaran lahan di dua desa itu sudah padam dan personil kemarin sudah kita tarik dari lapangan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edy Afrizal, dalma keterangannya di Pekanbaru, Kamis.
Ia mengatakan, bahwa petugas gabungan sempat kewalahan melakukan pemadaman api yang membakar lahan gambut tersebut karena faktor cuaca dan lokasi.
Namun demikian, kata Edy menyebutkan, api yang membakar di dua desa itu sudah padam sehingga Riau sudah bisa dinyatakan nihil karhutla.
"Riau kini kondusif, sudah nihil karhutla, mudah-mudahan ini bisa kita pertahankan bersama tidak ada lagi lahan terbakar," ujarnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat supaya tidak membuka lahan untuk perkebunan baru dengan cara membakar. Langkah ini menjadi utama dalam rangka menekan kasus kebakaran hutan dan lahan karena melibatkan banyak sektor itu.
"Selain BPBD, maka TNI-Polri juga ikut serta Masyarakat Peduli Api (MPA) disamping itu Bhabinkamtibmas dan Babinsa, mereka juga aktif dalam menyosialisasikan bahaya karhutla," katanya.
Dia menambahkan, upaya pencegahan harus terus dilakukan sekaligus menjadi sinyal untuk mendeteksi dini potensi-potensi terjadinya karhutla. Selain itu, kegiatan patroli akan terus dilakukan oleh tim-tim di daerah. Kegiatan sosialisasi juga bisa disisipkan di tengah kegiatan seperti itu.
"Kita akan terus mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Hal ini menjadi kunci utama untuk menekan angka kasus karhutla di Riau saat ini. Kita juga tidak mau capaian-capaian saat ini menjadi sia-sia jika masyarakat tidak diingatkan," katanya.
Sementara itu, untuk bantuan berupa helikopterwater bombinghingga saat ini pihaknya masih menunggu dari pemerintah pusat melalui BNPB dan KLHK.
"Bantuan helikopter masih diproses. Termasuk pesawat untuk teknologi modifikasi cuaca," demikian Edi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!