Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Semen Merah Putih Kembangkan Kapasitas Pekerja Konstruksi Lewat Mandor Pintar

📅 Sabtu, 16 Agu 2025, 16:48 WIB | Oleh:
Semen Merah Putih Kembangkan Kapasitas Pekerja Konstruksi Lewat Mandor Pintar Doc: Semen Merah Putih
Ket. Mandor Pintar Institute (MPI) yang diinisiasi oleh Semen Merah Putih. Program ini hadir sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pengembangan kapasitas pekerja konstruksi, kelompok yang seringkali luput dari akses pendidikan formal.

JAKARTA - Pendidikan selalu menjadi isu yang hangat dibicarakan di Indonesia, apalagi menjelang hari kemerdekaan bulan agustus ini. Pendidikan seharusnya bukan soal siapa yang punya, siapa yang bisa, atau siapa yang beruntung.

Pendidikan adalah hak semua orang, hak untuk belajar, tumbuh, dan bermimpi lebih besar. Tapi kenyataannya, hingga hari ini, masih banyak orang di Indonesia yang belum merasakan akses pendidikan yang layak. Tak sedikit anak yang harus menempuh jarak jauh, menantang keterbatasan ekonomi, bahkan mengalah pada keadaan, hanya demi bisa duduk di bangku sekolah.

Faktanya, meski hampir semua anak usia sekolah dasar sudah mendapatkan akses pendidikan, semakin tinggi jenjangnya, semakin menyusut pula angka partisipasinya. Menurut data Badan Pusat Statistik 2024, dari 100 anak, hanya 92 yang melanjutkan ke jenjang SMP, dan menurun lagi menjadi 88 di tingkat SMA. Begitu menginjak usia kuliah, angkanya terjun drastis, hanya 32 dari 100 yang benar-benar mampu melanjutkan ke perguruan tinggi.

Di sisi lain, Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah perguruan tinggi terbanyak di dunia. Per Februari 2025, Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) mencatat, lebih dari 6.000 institusi pendidikan tinggi aktif, dari kampus negeri, swasta, keagamaan, hingga lembaga di bawah kementerian teknis.

“Tapi jumlah itu belum berarti akses yang mudah. Biaya, jarak, dan kondisi keluarga masih jadi penghalang utama, terutama bagi kelompok rentan,” kata Head of Marketing Semen Merah Putih, Nyiayu Chairunnikma, melalui keterangannya pada hari Jumat (15/8).

Dalam situasi ini, pendidikan nonformal menjadi alternatif yang lebih inklusif, melalui pelatihan, kursus, hingga program berbasis komunitas yang membuka akses belajar bagi mereka yang kesulitan menjangkau pendidikan formal.

“Setiap orang berhak belajar dan berkembang, tanpa dibatasi status sosial atau gelar. Belajar bisa dari mana saja, dari pengalaman, komunitas, hingga pelatihan di tempat kerja,” ucap Nyiayu.

Di ranah industri konstruksi, inisiatif kesetaraan akses belajar diwujudkan melalui program Mandor Pintar Institute (MPI) yang diinisiasi oleh Semen Merah Putih. Program ini hadir sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pengembangan kapasitas pekerja konstruksi, kelompok yang seringkali luput dari akses pendidikan formal.

“Lewat MPI, para pekerja diberi kesempatan mengikuti pelatihan teknis yang relevan, praktis, dan langsung dapat diterapkan di lapangan, mulai dari teknik pengecoran, pengawasan proyek, hingga manajemen keselamatan kerja. Materi dirancang sesuai kebutuhan industri agar berdampak langsung pada kualitas kerja,” ujar dia.

Yang membedakan, pelatihan ini juga memberikan sertifikasi keahlian resmi dari badan sertifikasi keahlian dan juga menjalin kerjasama dengan pemerintah, seperti lewat Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW), Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Sertifikat ini bukan hanya pengakuan atas kompetensi, tapi juga menjadi nilai tambah penting yang meningkatkan kepercayaan diri serta membuka peluang karier yang lebih luas, baik di proyek nasional maupun swasta.

“Melalui MPI, pendidikan bisa hadir di mana saja, bahkan di tengah debu proyek dan hiruk-pikuk pembangunan, selama ada komitmen untuk membuka pintu belajar bagi semua,” lanjutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.