Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Segera Siapkan Strategi Hadapi Krisis Pangan dan Energi

📅 Selasa, 19 Jul 2022, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Segera Siapkan Strategi Hadapi Krisis Pangan dan Energi Doc: ISTIMEWA
Ket. AIRLANGGA HARTARTO Menko Perekonomian - Jadi kita siapkan strategi khusus untuk 2023.

JAKARTA - Pemerintah diharapkan segera menyiapkan strategi khusus menghadapi krisis pangan dan energi karena kemungkinan besar sudah berlangsung pada tahun ini. Peneliti Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda, mengatakan krisis bisa lebih cepat dari perkiraan karena indikatornya seperti inflasi global terus merangkak, harga energi yang terus meningkat, hingga ancaman resesi membuat eskalasi krisis semakin meningkat.

Kondisi tersebut makin parah karena belum ada titik terang kapan perang antara Russia dan Ukraina berakhir yang menyebabkan gandum dan biji-bijian serta produk turunannya, seperti terigu, harganya semakin mahal.

"Belum lagi embargo produk Russia oleh dunia barat yang menambah eskalasi krisis. Jadi, saya rasa yang disiapkan mulai tahun ini, bukan tahun depan," kata Nailul.

Tidak Terjebak

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan strategi khusus pada 2023 untuk menghadapi krisis pangan dan energi.

"Arahan Bapak Presiden adalah bagaimana kita mengantisipasi, global kan terjadi food shortage (kekurangan makanan-red) dan energy shortage, bagaimana kita tidak terjebak di dalam persoalan-persoalan tersebut, jadi kita siapkan strategi khusus untuk 2023," kata Airlangga di Jakarta, Senin (18/7).

"Pertama kalau kita lihat fundamental ekonomi Indonesia relatif kuat, dari segi inflasi kita 4,2 persen, pertumbuhan masih di 5 persen. Negara lain, Eropa rata-rata (inflasi) 8 persen, Amerika Serikat 9,2 persen, kemudian tentu kita lihat dana pihak ketiga di atas 10 persen, pertumbuhan kredit di atas 9 persen, jadi relatif ekonomi Indonesia bergerak," kata Airlangga.

Selain itu, indeks keyakinan konsumen mencapai 128 atau berada pada teritori optimis (lebih besar dari 100). Indeks keyakinan konsumen adalah indeks yang mencerminkan keyakinan konsumen Indonesia mengenai kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi konsumen dalam periode yang akan datang.

"Purchasing Managers Index (PMI) berada pada posisi 50,2 karena memang ekspor CPO masih ada hambatan, tapi sudah mulai berjalan sehingga tentu dalam 26 bulan neraca perdagangan kita positif. Tadi kita rapat mengenai pangan, mengenai pangan sendiri sampai akhir tahun ini kita relatif aman termasuk beras termasuk stok beras cukup," tambahnya.

Dia juga menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga belum menjadi masalah saat ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2022 kembali mencetak surplus besar mencapai 5,09 miliar dollar AS dengan nilai ekspor 26,09 miliar dollar AS dan impor 21,00 miliar dollar AS.

Surplus perdagangan secara keseluruhan didorong oleh ekspor yang meningkat lebih pesat dibandingkan impor. Sepanjang semester I-2022, neraca perdagangan RI surplus 24,89 miliar dollar AS dengan total ekspor 35,33 miliar dollar AS dan impor 21,62 miliar dollar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.