Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sanggar Budaya Tiongkok Jadi Pendorong Kuat Revitalisasi Pedesaan

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 20:12 WIB | Oleh:
Sanggar Budaya Tiongkok Jadi Pendorong Kuat Revitalisasi Pedesaan Doc: ANTARA/Xinhua/Xu Bingjie
Ket. Seorang pekerja mewarnai lentera di sebuah bengkel kerja di Zigong, Provinsi Sichuan, Tiongkok.

BEIJING - Sejumlah sanggar warisan budaya takbenda Tiongkok terbukti menjadi pendorong yang kuat dalam revitalisasi pedesaan. Lebih dari 11.000 sanggar semacam ini berperan dalam melestarikan kerajinan tradisional, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, tunjuk data resmi.

Sanggar-sanggar tersebut tersebar di 2.005 daerah setingkat wilayah (county), termasuk 670 wilayah yang sebelumnya tergolong miskin dan 135 wilayah kunci yang ditetapkan sebagai penerima bantuan revitalisasi pedesaan. Sanggar-sanggar itu juga telah menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 1,2 juta orang di berbagai industri terkait.

Khususnya, lebih dari 4.300 sanggar beroperasi langsung di desa-desa, menyediakan skema kerja fleksibel yang sangat cocok bagi warga lanjut usia, perempuan, dan penyandang disabilitas melalui sistem produksi rumahan dan model upah harian.

Pemerintah China secara aktif mendorong peran warisan budaya takbenda dalam pelestarian budaya dan pembangunan ekonomi.

Pada Desember 2021, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok bersama beberapa departemen pemerintah pusat lainnya mengeluarkan sebuah dokumen kebijakan yang secara khusus mengarahkan pendirian dan pengoperasian sanggar-sanggar ini, dengan penekanan pada pengembangan talenta, penciptaan lapangan kerja, dan dukungan industri.

Di tingkat daerah, 18 provinsi telah memperkenalkan kebijakan untuk sertifikasi dan pengelolaan sanggar-sanggar tersebut, termasuk pemberian dana, bantuan pemasaran, dan koordinasi sumber daya.

Di Provinsi Zhejiang contohnya, Distrik Xiaoshan telah memasangkan sejumlah sanggar kerja dengan desa-desa. Sanggar warisan budaya takbenda produksi acar lobak Xiaoshan di tingkat provinsi telah menghubungkan lebih dari 40.000 petani melalui sistem produksi berbasis kontrak, dengan nilai output mencapai 300 juta yuan (1 yuan = Rp2.269) pada 2024.

Per Maret tahun ini, jumlah pewaris warisan budaya takbenda tingkat nasional di China meningkat menjadi hampir 4.000 pewaris. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.