Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rusia Kembali Bombardir Ukraina dengan Serangan Rudal

📅 Sabtu, 11 Feb 2023, 09:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rusia Kembali Bombardir Ukraina dengan Serangan Rudal Doc: AP/Efrem Lukatsky
Ket. Petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di pusat perbelanjaan yang terbakar setelah sebuah serangan roket menghantam Kremenchuk, Ukraina pada Juni 2022.

KIEV - Rusia membombardir Ukraina dengan serangkaian serangan rudal di seluruh wilayah Ukraina hari Jumat (10/2). Beberapa fasilitas infrastruktur penting negara itu terkena serangan, mengakibatkan pemadaman listrik.

Kota Zaporizhzhia, yang merupakan lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa, dihantam dengan 17 rudal dalam satu jam, menurut penjabat walikota di sana.

Sirene peringatan serangan udara mengaung di seluruh negeri. Para pejabat Ukraina memperingatkan warganya agar memperhatikan sirene dan segera mencari perlindungan ketika mendengarnya.

Serangan hari Jumat itu terjadi menjelang peringatan 24 Februari, setahun invasi Rusia ke Ukraina.

Serangan itu juga dilancarkan usai perjalanan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy baru-baru ini ke London, Paris dan Brussel, di mana dia bertemu dengan para pemimpin Eropa untuk meminta jet tempur guna membantu Ukraina mengalahkan invasi Rusia.

Ukraina telah dijanjikan bantuan tank dari Amerika Serikat, Jerman, dan sekutu NATO lainnya, tetapi belum memiliki jumlah tank yang cukup untuk melancarkan serangan balasan terhadap Rusia.

Kementerian Pertahanan Inggris hari Jumat mengatakan bahwa pasukan Rusia "kemungkinan telah meraih beberapa keuntungan taktis" di dua lokasi utama di Ukraina, yaitu di pinggiran utara kota Bakhmut, wilayah Donbas, serta di sekitar tepi barat kota Vuhledar.

Sebuah laporan intelijen Inggris yang diposting di Twitter mengatakan bahwa pasukan Rusia telah maju di sekitar sisi barat kota itu.

Kementerian Pertahanan Inggris selanjutnya mengatakan bahwa di pinggiran utara Bakhmut, pasukan "Grup Wagner" (sebuah kelompok paramiliter swasta Rusia, red.) telah bergerak dua hingga tiga kilometer lebih jauh ke barat, menguasai daerah dekat rute utama ke kota.

Laporan itu juga mengatakan bahwa Rusia kemungkinan menderita banyak korban, karena "unit yang tidak berpengalaman" dikerahkan di sana. "Pasukan Rusia kemungkinan melarikan diri dan meninggalkan setidaknya 30 kendaraan lapis baja yang sebagian besar utuh dalam satu insiden setelah serangan yang gagal," kata kementerian itu.

Sementara itu, Rusia akan memangkas produksi minyaknya sebesar 500.000 barel per bulan, mulai Maret, kata Wakil Perdana Menteri Alexander Novak, Jumat.

Negara-negara Barat telah menerapkan pembatasan atas minyak mentah Rusia karena invasi Rusia ke Ukraina.

"Mulai hari ini, kami sepenuhnya menjual semua produksi minyak mentah kami, tetapi seperti yang kami nyatakan sebelumnya, kami tidak akan menjual minyak kepada mereka (negara-negara Barat, red.) yang secara langsung atau tidak langsung mematuhi 'batas harga'," kata Novak.

Ada beberapa kebingungan tentang apakah Rusia telah berbicara dengan anggota OPEC+ lainnya tentang pengurangan produksi yang akan datang. Seorang juru bicara Kremlin mengatakan Rusia telah berkonsultasi dengan beberapa anggota OPEC+.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

55 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.