Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Hari Ini Kembali Tertekan! Sikap The Fed yang Tahan Suku Bunga Bikin Pasar Gelisah

📅 Rabu, 10 Des 2025, 17:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Kembali Tertekan! Sikap The Fed yang Tahan Suku Bunga Bikin Pasar Gelisah Doc: ANTARA FOTO/ Akbar Nugroho Gumay
Ket. Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah sejalan dengan sikap The Fed yang tidak terburu-buru menurunkan suku bunga, mencerminkan dominasi faktor eksternal dalam pergerakan nilai tukar.

Sikap hawkish tersebut membuat imbal hasil aset dolar tetap menarik, mendorong arus modal kembali ke AS dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Ketidakpastian arah kebijakan The Fed juga membuat pelaku pasar mengambil posisi hati-hati, sehingga volatilitas meningkat.

Dalam konteks ini, stabilitas rupiah sangat bergantung pada kemampuan Indonesia menjaga sentimen domestik melalui inflasi yang terkendali, cadangan devisa yang kuat, serta komunikasi kebijakan yang konsisten untuk meredam tekanan dari pasar global.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Rabu (10/12), bergerak melemah 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.688 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.676 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah diiringi sikap The Fed yang tidak buru-buru untuk menurunkan suku bunga Amerika Serikat (AS).

“Pasar masih menangkap sinyal kuat dari hasil FOMC (Federal Open Market Committee). Nada The Fed yang belum yakin untuk buru-buru menurunkan suku bunga membuat dolar tetap jadi magnet bagi pelaku pasar, sehingga tekanan ke mata uang emerging markets, termasuk mata uang rupiah, cukup memberi dampak penurunan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (10/12).

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp16.688 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.677 per dolar AS.

Di sisi domestik, pelaku pasar disebut lebih berhati-hati karena ada beberapa faktor yang membuat kurs rupiah kurang memiliki “benteng tebal”.

Defisit fiskal yang melebar, kebutuhan impor energi yang meningkat, serta arus modal asing yang belum stabil dinilai membuat rupiah tak punya banyak ruang untuk menguat.

“BI (Bank Indonesia) tetap aktif menjaga stabilitas, tapi sentimen global yang dominan membuat pergerakan rupiah hari ini lebih ditentukan oleh arah dolar ketimbang dinamika ekonomi dalam negeri,” kata Taufan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

54 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.