Rendahnya Diagnosa Neuropati Perifer pada Pasien Diabetes
📅 Senin, 22 Mei 2023, 23:13 WIB | Oleh: Ones
Doc: antara
Neuropati perifer (NP) adalah kondisi klinis kronis di mana sistem saraf perifer mengalami kerusakan, kondisi ini sudah seharusnya meningkatkan kewaspadaan semua orang mengingat hasil penelitian menunjukkan satu dari dua penderita diabetes mengalami NP tanpa mereka sadari.
Sebagai bagian dari Neuropathy Awareness Week 2023, P&G Health kemudian mengumpulkan pakar kesehatan ternama secara global bersama 6.000 tenaga kesehatan profesional dari seluruh Asia, India, Timur Tengah, dan Afrika dalam acara "Demystifying Neuropathy Forum". Acara yang diadakan di Mumbai dan disiarkan ke 8 negara ini membawakan diskusi mengenai panduan klinis terbaru dan temuan penelitian mengenai skrining dan masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat terkait NP.
Gejala NP meliputi mati rasa, kesemutan, sensasi seperti ditusuk-tusuk, dan rasa terbakar pada tangan dan kaki. Penderita NP melaporkan bagaimana dampak terhadap kualitas hidup mereka, termasuk terjadinya penurunan kemampuan fisik dan juga gangguan tidur.
Selain diabetes mellitus, obesitas, dan penyalahgunaan alkohol, kekurangan vitamin B merupakan faktor risiko tinggi lainnya yang menyebabkan kerusakan pada saraf perifer.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wakil Presiden Senior P&G Health, Asia, India, Timur Tengah & Afrika Aalok Agrawal mengatakan satu dari sepuluh orang dan satu dari dua penderita diabetes menderita NP.
"Namun banyak yang tidak menyadari bahwa diagnosis dini dapat menghasilkan hasil pengobatan yang maksimal, dan kerusakan saraf dapat diperbaiki jika kerusakan saraf belum terlalu parah," kata Aalok dalam keterangannya.
Bila NP bisa terjadi pada satu dari sepuluh orang, maka kondisi ini bisa tergolong umum terjadi di masyarakat. Hal ini pula yang disampaikan oleh Kepala Departemen Anestesiologi, Perawatan Intensif, dan Pengobatan Nyeri di Rumah Sakit Benedictus Tutzing & Feldafing Jerman, Prof. Rainer Freynhagen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Freynhagen mengatakan bahwa dokter di seluruh dunia melihat jutaan pasien yang menderita kondisi-kondisi ini setiap hari, yang relatif mudah didiagnosis namun sulit untuk diobati, terutama pada tahap lanjut.
"Sekitar 10 persen dari masyarakat di seluruh dunia telah terkena nyeri neuropatik dan 50 persen dari pasien ini tidak mendapatkan pengobatan dengan cukup baik," ujar Freynhagen.
Bagi para profesional, mengidentifikasi pasien dengan NP bukanlah hal yang sulit, namun studi-studi yang saat ini dipublikasikan di berbagai negara menunjukkan bahwa hingga 80 persen pasien tetap tidak didiagnosis dan tidak diobati.
Banyak orang mungkin melaporkan rasa nyeri mereka hanya setelah rasa nyeri tersebut menjadi tidak tertahankan, namun bagi Freynhagen yang lebih penting adalah fakta bahwa dari keseluruhan jumlah dokter, kurang dari sepertiganya saja yang memiliki keyakinan untuk mengetahui gejala dan tanda-tanda Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN).
Kasus yang tidak terdiagnosis berkontribusi secara signifikan terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas diabetes. Hingga 50 persen dari pasien tidak mengalami gejala dan seringkali tetap tidak terdiagnosis dan berisiko mengalami cedera tanpa sadar
Rendahnya diagosis NP pada pasien juga dibenarkan oleh Profesor dan Kepala Departemen Neurologi di Bombay Hospital Institute of Medical Sciences di Mumbai, India Dr. Satish V Khadilkar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!