Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Reisa Ungkap Transformasi Rujukan Bantu Kurangi Beban Biaya Kesehatan

📅 Rabu, 15 Mar 2023, 06:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Reisa Ungkap Transformasi Rujukan Bantu Kurangi Beban Biaya Kesehatan Doc: bnpb.go.id

Juru bicara pemerintah, Reisa Broto Asmoro, menyatakan bahwa transformasi sistem layanan rujukan yang digalakkan pemerintah bisa membantu mengurangi beban negara dalam membayar biaya kesehatan.

"Ini merupakan langkah yang baik untuk meningkatkan akses layanan rujukan pada masyarakat Indonesia, dan mengurangi beban pembiayaan kesehatan," kata Reisa dalam Siaran Sehat yang diikuti di Jakarta, Senin (13/3).

Reisa menuturkan transformasi layanan rujukan merupakan sebuah upaya pemerintah, yang dalam implementasinya sudah terlihat nyata. Ia menilai transformasi pada layanan rujukan kini lebih terarah. Sebab transformasi pada layanan rujukan itu ditujukan untuk mencegah bertambahnya penderita penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di Indonesia, misalnya, penyakit jantung, stroke, kanker, dan ginjal.

Hal yang sama berlaku untuk mencegah keparahan akibat penyakit menular seperti infeksi Covid-19, tuberkulosis (TBC) maupun HIV dan AIDS.

"Jadi, meskipun masih banyak masyarakat yang mungkin melakukan pengobatan di luar negeri, kalau kita lihat sistem kesehatan di Indonesia sendiri, ini sebenarnya mampu mendeteksi, mendiagnosis, mengobati bahkan penyakit yang banyak atau prevalensinya sering terjadi di Indonesia," tutur dia

Reisa pun mengatakan dalam memperbaiki sebuah sistem, memang dibutuhkan waktu karena pasti ada beberapa layanan yang masih belum bisa dioptimalkan. Namun, pemerintah telah bersungguh-sungguh berusaha mewujudkan Indonesia yang sehat dan mencegah masyarakat menderita penyakit mengalami keparahan.

Reisa berharap adanya transformasi yang dilakukan pada layanan rujukan, masyarakat dapat lebih percaya untuk memilih berobat dengan menggunakan jasa tenaga kesehatan ataupun layanan pengobatan di dalam negeri.

"Sehingga kita sama-sama berharap dengan demikian, (masyarakat yang minat untuk melakukan) pengobatan ke luar negeri bisa berkurang jumlahnya. Kemudian juga meningkatkan mutunya. Bagaimana mutu kesehatan menjadi baik, ada akreditasi dan penjangkauan mutu yang berkelanjutan," ucap Reisa yang juga menjabat sebagai Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dan Plt Sekretaris Direktorat Pelayanan Kesehatan Kemenkes itu. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

15 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.