Proyek Strategis Nasional RDMP Lawe-lawe Operasi Perdana Isi 320.000 Barel Minyak Mentah
📅 Kamis, 01 Jan 2026, 17:05 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
BALIKPAPAN - Proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang salah satunya berupa terminal minyak mentah (crude terminal) di Lawe-lawe, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), telah beroperasi perdana dengan mengisi minyak mentah 320.000 barel.
"Kami memulai pengisian perdana di crude terminal sebanyak 320.000 barel, dari total terminal berkapasitas 1 juta barel di Lawe-lawe," ujar Humas PT Kilang Pertamina Balikpapan Asep Sulaeman, di Balikpapan, Kamis (1/1).
Selama lima hari, sebuah kapal tanker raksasa (Very Large Crude Carrier/VLCC) yang membawa 320.000 barel minyak mentah, membongkar muatan melalui fasilitas Single Point Mooring (SPM) di Selat Makassar, sekitar 7 mil dari garis pantai.
Proyek RDMP Balikpapan merupakan program strategis nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompleksitas kilang, termasuk pembangunan fasilitas penerimaan minyak mentah di Lawe-lawe untuk memastikan pasokan lebih stabil.
"Proses pengisian ini menggunakan fasilitas yang sudah ditingkatkan kapasitas dan kemampuannya dalam proyek RDMP. Kapal tambat di SPM pada 24–29 Desember 2025, memompa minyak ke crude terminal dengan kecepatan 8.000 barel per jam," kata Asep menjelaskan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keberhasilan pengisian perdana ini merupakan hasil koordinasi PT Kilang Pertamina Balikpapan bersama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU V Balikpapan, PT Pertamina Marine Solutions (PMSOL), dan PT Patra Logistik. Seluruh unsur terlibat dalam pengaturan sandar, pengawasan alir minyak, hingga pengujian sistem pipa bawah laut.
Sementara Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan Bambang Harimurti, menyampaikan bahwa capaian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapan infrastruktur energi nasional.
"Pengisian perdana ini menunjukkan kesiapan fasilitas baru dalam mendukung peningkatan kapasitas kilang dan ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan bahwa keberhasilan sandar kapal tanker raksasa tersebut menjadi bukti kesiapan sistem penerimaan minyak mentah RDMP Lawe-lawe dalam menangani pasokan skala besar secara aman dan berkelanjutan.
Sarana tambat SPM itu terhubung dengan pipa bawah laut berdiameter 52 inci sepanjang 13,9 kilometer di lepas pantai dan 6,3 kilometer di darat menuju Terminal Minyak Mentah Lawe-lawe. Sistem ini dirancang untuk kapasitas alir hingga 8.000 meter kubik per jam sebagai bagian dari pengujian operasional.
Selain aspek teknis, kegiatan sandar perdana ini juga dirangkaikan dengan doa bersama dan penyaluran bantuan sosial kepada panti asuhan serta fasilitas pendidikan di Penajam Paser Utara sebagai bagian dari rangkaian kegiatan perusahaan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!