Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Satgas MBG Bangkalan Ambil Langkah Tegas, Jamin Keamanan Makanan Pasca-Temuan Nasi Basi

📅 Senin, 22 Sep 2025, 21:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Satgas MBG Bangkalan Ambil Langkah Tegas, Jamin Keamanan Makanan Pasca-Temuan Nasi Basi Doc: Antara
Ket. Petugas mengecek kesiapan makanan di salah satu dapur Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bangkalan.

Bangkalan - Satuan Tugas (Satgas) Penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur melakukan evaluasi dan memperketat pemantauan distribusi makanan menyusul adanya temuan nasi basi di sejumlah lembaga pendidikan di wilayah itu.

"Kami sudah memanggil sejumlah pihak terkait kasus ini, termasuk pengelola dapur MBG yang diketahui menyalurkan nasi basi," kata Juru Bicara Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika di Bangkalan, Senin (22/9).

Ia menjelaskan temuan adanya nasi basi untuk program MBG di Kabupaten Bangkalan pertama kali di SMA Negeri 3 Bangkalan.

Sebanyak 552 porsi MBG untuk para siswa di lembaga pendidikan itu diketahui berbau tidak sedap dan tidak layak konsumsi.

Pihak sekolah akhirnya menolak ratusan porsi MBG itu dan meminta agar pengelola makanan yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Sehat Luhur Mandiri Martajasah menarik makanan itu.

"Ke depan, kami tidak ingin kejadian serupa terjadi lagi di Bangkalan. Karena itu, mulai hari ini, kami melakukan evaluasi, memanggil para pihak dan mengantisipasi agar hal serupa tidak terjadi lagi," katanya.

Pihaknya juga sudah memanggil semua kepala kelompok di masing-masing kecamatan untuk mengawasi program MBG.

"Semua kepala kelompok di semua kecamatan sudah kami panggil untuk memperketat pengawasan SPPG," katanya.

Kepala SPPG Yayasan Sehat Luhur Mandiri Martajasah Kusuma Gigih Prakoso mengakui kejadian itu karena ada makanan yang disalurkan ke siswa di SMA Negeri 3 Bangkalan itu, yakni saos tiram yang terasa sedikit asam sehingga terasa seperti basi.

"Di internal SPPG Yayasan Sehat Luhur Mandiri Martajasah kami juga telah melakukan evaluasi dan meminta kepada semua pengelola agar ke depan lebih berhati-hati, karena hal ini menyangkut nama baik lembaga," katanya.

Program MBG di Bangkalan, Jawa Timur menyasar 197.000 orang terdiri atas siswa dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, dan ibu hamil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ini Alasan Lisa BLACKPINK Terjun ke Dunia Akting

17 menit yang lalu | Lili Lestari

Rona
Ini Alasan Lisa BLACKPINK T...
Nasional
Kementerian UMKM Apresiasi ...
Megapolitan
Memperbaiki Udara Jakarta, ...
Megapolitan
Polisi Gagalkan Peredaran N...

Blok M Diharapkan Menjadi Kawasan Percontohan Udara Bersih

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Blok M Diharapkan Menjadi...

Jakarta Terus Berupaya Memperbaiki Udara

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terus Berupaya Memp...
Megapolitan
Sumber Daya Hayati Berkelan...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.