Pratinjau Indonesia vs Bahrain: Saatnya Kembali Tampil Pragmatis
📅 Selasa, 25 Mar 2025, 00:37 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Rauf Adipati
JAKARTA - Timnas Indonesia akan kembali berlaga di ajang putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa (25/3).
Pada laga sebelumnya, yang sekaligus menjadi pertandingan pertama Pelatih Patrick Kluivert bersama timnas Indonesia, tim Garuda harus menelan kekalahan pahit 1-5 dari tuan rumah Australia pada Kamis (20/3).
Sebagaimana harapan sejumlah pihak, Pelatih Kluivert menerapkan permainan menyerang pada fase awal laga melawan Australia. Permainan Indonesia pada 10-15 menit pertama saat menghadapi Australia cukup menghibur, bahkan Indonesia mendapat hadiah penalti terlebih dahulu yang sayangnya gagal dimaksimalkan algojonya, Kevin Diks.
Sayangnya asa bahwa permainan menghibur itu juga akan berbuntut pada gol demi gol ke gawang Australia gagal terwujud. Australia yang tampil lebih pasif justru mampu memaksimalkan peluang-peluang yang mereka miliki untuk mengukir kemenangan besar di kandang sendiri.
Di sisi Bahrain, pesaing langsung Indonesia untuk memperebutkan posisi ketiga dan keempat di klasemen akhir Grup C, mereka baru saja takluk 0-2 dari juara grup Jepang pada laga terakhirnya yang juga dimainkan pada Kamis (20/3).
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara statistik, Bahrain memang kalah segalanya dari Jepang pada laga tersebut. Mereka hanya mampu mencatatkan tujuh tembakan berbanding total 12 tembakan yang dicatatkan Jepang.
Meski demikian, Bahrain terbukti mampu merepotkan Jepang. Samurai Biru baru mampu membobol gawang Bahrain yang dikawal Ebrahim Lutfalla pada babak kedua, tepatnya melalui gol Daichi Kamada pada menit ke-66 dan Takefusa Kubo pada menit ke-87.
Bermain pragmatis bukan dosa
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski saat ini publik sepak bola lebih akrab dengan permainan mengandalkan ball possesion dipadu dengan agresivitas menyerang, bermain pragmatis sejatinya bukan dosa. Sebab setelah peluit panjang berbunyi, hasil yang akan tertera di papan skor hanyalah gol, tim yang mencetak lebih banyak gol merupakan pemenang. Sederhana.
Maka alih-alih berjudi dengan menerapkan permainan menyerang, ada baiknya timnas Indonesia lebih fokus dengan urusan pertahanannya saat melawan Bahrain.
Toh, pada pertemuan pertama dengan Bahrain pada Oktober 2024, timnas Indonesia bisa dikatakan lebih banyak ditekan. Satu indikator sederhana adalah jumlah tembakan ke gawang, Bahrain mencatatkan 24 tembakan berbanding lima tembakan milik Indonesia.
Bedanya dari 24 tembakan milik Bahrain, hanya lima tembakan yang mengarah ke gawang. Sedangkan kelima tembakan milik Indonesia adalah tembakan yang mengarah ke gawang.
Bahkan dengan model permainan seperti itu pun, Indonesia nyaris membawa pulang tiga poin dari kunjungan ke Bahrain. Namun saat itu nasib memang belum berpihak ke Indonesia, yang sempat unggul 2-1 sebelum gol penyama kedudukan dari Mohamed Marhoon pada tambahan waktu membuat laga itu berakhir imbang 2-2.
Sepanjang menjalani putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, timnas Indonesia memang lebih dominan menampilkan permainan bertahan. Dimulai sejak bermain imbang 1-1 dengan Arab Saudi, dilanjut dengan menahan imbang Australia 0-0, kemudian menang 2-0 atas Arab Saudi, sampai saat kalah 0-4 dari Jepang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!