Prabowo di Davos: Berantas Kemiskinan Ekstrem Adalah Misi Hidup Saya
📅 Jumat, 23 Jan 2026, 01:44 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Aria Cindyara
JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memberantas kemiskinan ekstrem dan menurunkan angka kemiskinan nasional sebagai misi hidup yang akan diwujudkan dalam empat tahun ke depan.
Dalam sambutannya di hadapan pemimpin negara pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis, Prabowo menceritakan bahwa kemiskinan ekstrem di Indonesia telah berada pada tingkat terendah dalam sejarah.
"Saya bertekad dalam empat tahun ke depan kita akan memberantas kemiskinan ekstrem dan menurunkan angka kemiskinan secara keseluruhan. Itulah misi hidup saya. Itulah misi saya di sisa hidup saya," kata Presiden Prabowo dalam sambutannya yang disaksikan langsung melalui akun YouTube Sekretariat Presiden dari Jakarta, Kamis.
Menurut Presiden, tidak ada misi yang lebih mulia dan memuaskan daripada menurunkan angka kemiskinan dan memberantas kelaparan.
Menganut pepatah yang dipelajari dari seorang pemimpin politik, Prabowo mengungkapkan bahwa tugas pemimpin sangat sederhana, yakni bekerja keras agar kaum miskin dan lemah dapat tersenyum dan tertawa, karena mereka seakan mendapat harapan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sangat sederhana. Apa artinya itu? Jika kaum miskin dan lemah dapat tersenyum dan tertawa, itu berarti mereka memiliki harapan, itu berarti mereka melihat masa depan, itu berarti penghidupan mereka sedang ditingkatkan. Jadi itulah misi saya sekarang, untuk membuat kaum termiskin dan terlemah di Indonesia tersenyum," kata Prabowo.
Sebagian dari upaya untuk menyejahterakan masyarakat miskin, menurut Prabowo melalui pemberantasan terhadap korupsi, manipulasi dan penyalahgunaan kekuasaan.
Prabowo pun membeberkan survei global dari Gallup dan Universitas Harvard menunjukkan bahwa rakyat Indonesia adalah orang yang paling bahagia, makmur dan paling optimis, dibandingkan ratusan negara lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden menilai hasil survei tersebut menggembirakan, tetapi juga menyedihkan karena masih ada rakyat yang tidak memiliki tempat tinggal layak.
"Saya mengenal rakyat saya, banyak dari mereka tinggal di gubuk, banyak dari mereka tidak memiliki air bersih, banyak dari mereka tidak memiliki kamar mandi, banyak dari mereka makan nasi dengan garam, namun mereka tetap tersenyum, dan mereka tetap memiliki harapan," kata Prabowo.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!