Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polres Garut fokus di lima titik macet arus mudik

📅 Rabu, 26 Mar 2025, 21:30 WIB | Oleh:
Polres Garut fokus di lima titik macet arus mudik Doc: ANTARA/HO-Satuan Lalu Lintas Polres Garut
Ket. Polisi melakukan pengaturan arus lalu lintas kendaraan di jalur nasional, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (26/3).

Garut -- Kepolisian Resor Garut menyebutkan terdapat lima titik kemacetan di jalur mudik nasional lintas Limbangan-Malangbong di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Di jalur selatan Limbangan-Malangbong itu ada lima titik yang menghambat kelancaran arus mudik dan balik," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi kepada wartawan di Garut, Rabu.

Ia menyebutkan lima titik yang menghambat kelancaran arus kendaraan di jalur nasional itu seperti adanya industri di Kecamatan Limbangan yang seringkali mengganggu arus lalu lintas di Jalan Raya Bandung-Garut itu.

Namun kegiatan di pabrik PT Pratama Abadi itu, kata dia, berdasarkan hasil koordinasi, karyawannya sudah mulai diliburkan mulai Kamis (27/3), sehingga saat puncak arus mudik yang diprediksi Jumat (28/3) tidak menjadi hambatan karena sudah libur.

"Tanggal 27 hari terakhir masuk kerja, sehingga di puncak arus mudik tanggal 28, hari Jumat sudah 'clear', tidak ada kegiatan, sehingga membantu kita untuk memperlancar yang dari arah Bandung ke Tasikmalaya," kata Aang.

Ia menyebutkan titik rawan kemacetan lainnya yakni di kawasan Pasar Limbangan sekaligus ada persimpangan Limbangan-Leuwigoong yang seringkali ramai aktivitas masyarakat mulai pukul 04.00 sampai 12.00 WIB.

Selanjutnya, titik kemacetan di kawasan Bandrek yang terdapat pasar dan juga persimpangan jalan. Selain itu ada titik kemacetan di Pasar Lewo, dan terakhir titik kemacetan adanya pasar dan persimpangan Jalan Malangbong-Wado.

Ia menyampaikan lima titik kemacetan di jalur nasional itu menjadi perhatian jajarannya untuk melakukan berbagai upaya agar arus lalu lintas kendaraan di jalur mudik itu bisa tetap lancar, aman, dan selamat.

"Kami dalam rangka memperlancar arus lalu lintas, tentunya  di jalur selatan pertama kesiapan personel, kemudian sarana prasarananya," katanya.

Ia menyebutkan, strategi yang sudah dilakukan yakni dengan memasang pembatas jalan agar masyarakat yang mau menyeberang jalan bisa terpusatkan atau tidak sembarang tempat yang bisa memicu terjadinya hambatan laju kendaraan.

Selanjutnya apabila terjadi kepadatan, kata dia, akan diberlakukan sistem buka tutup. Apabila masih terjadi kepadatan akan diberlakukan satu arah sepenggal maupun panjang.

"Jika terjadi kepadatan maka akan diberlakukan buka tutup, apabila kurang berhasil maka kita akan melakukan izin untuk melaksanakan 'one way' baik itu 'one way' sepenggal atau 'one way' panjang," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.