Petani Tembakau Madiun Harus Tunda Tanam Jika Tak Mau Rugi Besar, Ini Alasannya!
📅 Selasa, 10 Jun 2025, 21:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Kabupaten Madiun
MADIUN – Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperta) Kabupaten Madiun meminta petani tembakau di wilayah setempat untuk menunda masa tanam komoditas tersebut karena adanya potensi gangguan akibat kemarau basah.
Kepala Dispertan Kabupaten Madiun Sumanto di Madiun, Selasa (10/6), mengatakan pihaknya mengimbau petani tidak tergesa-gesa memulai tanam tembakau guna menghindari kerugian karena hujan yang masih sering terjadi meski seharusnya sudah masuk musim kemarau.
"Kami sarankan petani tembakau untuk menunda dulu. Kalau dipaksakan tanam saat ini, risikonya tinggi. Tanaman bisa mudah busuk dan tidak berkembang," ujar Sumanto.
Menurut dia, dispertan setempat terus memantau perkembangan cuaca dan akan memberikan pendampingan teknis bagi petani agar masa tanam tembakau tidak berujung kerugian.
Ia menjelaskan bahwa tanaman tembakau untuk tumbuh maksimal membutuhkan banyak sinar matahari. Kualitas tanaman tembakau sangat ditentukan oleh tingkat kelembapan. Tanaman yang terlalu sering terkena air hujan rentan rusak dan gagal panen.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jika tanaman tergenang air hujan, maka daunnya bisa keriting, gampang layu, dan kualitasnya turun. Akibatnya susah dijual dan merugi," kata dia.
Untuk itu, ia mengimbau petani tembakau untuk bersabar sambil terus memantau perkembangan iklim melalui kanal resmi, seperti BMKG sebagai panduan.
Sesuai data, total lahan tanam tembakau di Kabupaten Madiun per 2024 mencapai 280 hektare. Luas tanam tembakau itu terus bertambah sejak 2021 yang awalnya hanya 65 hektare. Kemudian luas tanam tembakau di 2022 terus naik hingga mencapai 120 hektare dan tahun 2023 seluas 160 hektare.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peningkatan luas lahan tembakau tersebut, lanjut dia, karena beberapa faktor, di antaranya kemudahan pemasaran dan keuntungan yang menjanjikan sehingga minat petani untuk menanam juga tinggi.
Peningkatan itu juga didukung dengan harga jual di petani yang cukup bagus. Yakni, daun tembakau yang paling bagus bisa menembus hingga Rp52 ribu per kilogram.
Adapun area tanam tembakau yang mencapai 280 hektare tersebut tersebar di sejumlah daerah, di antaranya di Kecamatan Pilangkenceng, Balerejo, Saradan, Gemarang, Kare, dan Dagangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!