Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Lampaui Angka Nasional

📅 Rabu, 06 Agu 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Lampaui Angka Nasional Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Nurul Hasanudin dalam kegiatan Rilis Berita Statistik Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Triwulan II 2025 di Jakarta, Selasa (5/8).

JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Jakarta melampaui angka nasional. Ekonomi nasional meningkat 5,12 persen, tapi Jakarta tumbuh 5,18. Jadi ekonomi Jakarta 0,6 persen lebih tinggi dari seluruh Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta merilis perekonomian Jakarta tumbuh sebesar 5,18 persen triwulan II-2025 yoy, lebih tinggi dibandingkan capaian ekonomi nasional di angka 5,12 persen. “Ekonomi Jakarta triwulan II tahun tumbuh 5,18 persen tahunan, sedangkan angka secara nasional 5,12 persen,” jelas Kepala BPS Jakarta, Nurul Hasanudin.

Dia menyampaikan menyampaikan dalam rilis Berita Statistik Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Triwulan II, Selasa (5/8). Dari sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan tercatat mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,90 persen. Kemudian, diikuti lapangan usaha penyediaan akomodasi, makan minum (9,79 persen), jasa lainnya (8,31 persen), serta jasa perusahaan (7,62 persen).

“Ini sangat relevan dengan tujuan mobilitas masyarakat yang meningkat. Transportasi, penyediaan akomodasi makan minum dan jasa lainnya tumbuh cukup dominan di triwulan kedua,” ujarnya. Hasanudin merinci, sektor lapangan usaha transportasi dan pergudangan juga tumbuh.

Pertumbuhannya ditopang dengan jumlah penumpang angkutan darat dan angkutan penyeberangan yang meningkat. Demikian pula jumlah angkutan barang dan volume lalu lintas tol yang juga meningkat.

Selanjutnya, untuk sektor penyediaan akomodasi dan makan minum didorong peningkatan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel, dan realisasi penerimaan pajak restoran. Kemudian, pertumbuhan dari jasa lainnya, terkait dengan jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara yang meningkat.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 17,26 persen. Selanjutnya, diikuti komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 5,50 persen. Hal ini seiring dengan peningkatan impor barang modal dan output konstruksi.

Komponen dengan pertumbuhan terbesar selanjutnya adalah pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P) yang tumbuh 5,16 persen. Selanjutnya, diikuti oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT) yang tumbuh 5,13 persen.

Sebaiknya Anda baca juga:

Pertumbuhan sektor rumah tangga ini didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat pada kelompok restoran-hotel, transportasi-komunikasi, serta perumahan-perlengkapan rumah tangga. Komponen pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) tumbuh 4,58 persen.

Pertumbuhan ini seiring dengan meningkatnya aktivitas lembaga keagamaan dan organisasi masyarakat dalam perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional. Sedangkan komponen impor barang dan Jasa sebagai faktor pengurang tumbuh sebesar 16,99 persen.

Konsumsi RT

Sementara itu, BPS melaporkan ekonomi Indonesia triwulan II tumbuh sebesar 5,12 persen secara tahunan. Pertumbuhan ditopang terutama oleh konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, menyebutkan, konsumsi rumah tangga menyumbang kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 54,25 persen.

Sektor itu juga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi dengan andil sebesar 2,64 persen dari total 5,12 persen pertumbuhan ekonomi nasional. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.