Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pers Kampus, Benteng Terakhir Melawan Hoaks di Era Digital

📅 Sabtu, 07 Des 2024, 13:22 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pers Kampus, Benteng Terakhir Melawan Hoaks di Era Digital Doc: istimewa
Ket. I Nengah Muliarta, akademisi dari Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar, Bali, mengatakan, pers kampus dengan semangat kritis dan idealismenya menjadi garda terdepan dalam meningkatkan literasi media di kalangan mahasiswa

JAKARTA– Pers kampus menjadi benteng terakhir dalam melawan hoaks di era digital. Pers kampus, dengan semangat kritis dan idealismenya menjadi garda terdepan dalam meningkatkan literasi media di kalangan mahasiswa. Hal ini ditegaskan oleh I Nengah Muliarta, yang merupakan akademisi dari Universitas Warmadewa (Unwar)

Muliarta yang juga sekaligus Koordinator Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Bali, NTB dan NTT itu mengatakan, mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam melawan hoaks. "Melalui pers kampus, mereka dapat belajar untuk berpikir kritis, mencari sumber informasi yang kredibel, dan menyajikan berita yang akurat," kata Muliarta dalam acara Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar yang digelar oleh Unit Penalaran dan Jurnalistik (UPJ) Universitas Warmadewa, di Denpasar pada Sabtu (7/12).

Menurut Muliarta, pers kampus memiliki beberapa keunggulan dibandingkan media massa lainnya. Pertama, pers kampus memiliki akses langsung ke mahasiswa, sehingga lebih mudah untuk menjangkau audiens yang tepat. Kedua, pers kampus memiliki kebebasan yang lebih besar untuk mengangkat isu-isu yang relevan dengan kehidupan kampus. Ketiga, pers kampus memiliki semangat untuk menciptakan perubahan yang lebih baik.

"Pers kampus dapat menjadi laboratorium bagi jurnalis-jurnalis muda untuk mengembangkan keterampilan dan kreativitas mereka. Mereka dapat belajar dari kesalahan dan terus berinovasi dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas," tegas Muliarta 

Meskipun memiliki potensi yang besar, pers kampus juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah keterbatasan sumber daya, baik itu sumber daya manusia maupun finansial. Selain itu, pers kampus juga harus bersaing dengan media sosial yang menawarkan informasi yang lebih cepat dan mudah diakses.

Guna mengatasi tantangan tersebut, Muliarta menyarankan agar pers kampus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, seperti dosen, alumni, dan media massa. Selain itu, pers kampus juga perlu mengembangkan model bisnis yang berkelanjutan agar dapat terus beroperasi.

"Pers kampus harus kreatif dalam mencari sumber pendanaan. Mereka bisa bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat, perusahaan, atau pemerintah untuk mendapatkan dukungan finansial," ujarnya.

Beberapa pers kampus di Indonesia telah menunjukkan praktik yang baik dalam meningkatkan literasi media. Misalnya, ada pers kampus yang menyelenggarakan workshop literasi media secara rutin, membuat konten-konten kreatif yang menarik minat mahasiswa, atau bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi literasi media kepada siswa-siswi.

Muliarta berharap agar pers kampus dapat terus berkembang dan menjadi kekuatan positif dalam masyarakat. Dengan semakin banyaknya jurnalis kampus yang berkualitas, diharapkan tingkat literasi media di Indonesia dapat meningkat secara signifikan.

"Pers kampus adalah aset berharga bagi bangsa. Mereka memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga demokrasi dan memperkuat masyarakat madani," tegasnya

Pers kampus memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi leader dalam literasi media di era digital. Dengan dukungan dari berbagai pihak, pers kampus dapat terus berkembang dan menjadi benteng terakhir melawan hoaks.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.