Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peretas Rusia Cold River Bidik Akun Ilmuwan Nuklir AS

📅 Sabtu, 07 Jan 2023, 15:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peretas Rusia Cold River Bidik Akun Ilmuwan Nuklir AS Doc: antara/reuters
Ket. Ilustrasi peretas.

JAKARTA - Sebuah tim peretas Rusia yang dikenal sebagai Cold River membidik tiga laboratorium penelitian nuklir di Amerika Serikat (AS) pada musim panas lalu. Hal tersebut terungkap berdasarkan catatan digital internet yang ditinjau Reuters dan lima pakar keamanan dunia maya. VOA melaporkan, Sabtu (7/1).

Cold River menargetkan Brookhaven (BNL), Argonne (ANL) dan Laboratorium Nasional Lawrence Livermore (LLNL) dalam rentang Agustus dan September, ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengindikasikan bahwa Moskow mungkin menggunakan senjata nuklir untuk mempertahankan wilayahnya. Catatan digital internet menunjukkan para peretas membuat halaman login palsu untuk setiap institusi tersebut dan mengirim email ke para ilmuwan nuklir AS sebagai upaya untuk membobol kata sandi mereka.

Seorang juru bicara BNL menolak berkomentar. LLNL tidak menanggapi permintaan komentar. Seorang juru bicara ANL malah merujuk pertanyaan yang diajukan Reuters ke Departemen Energi AS, yang juga menolak berkomentar.

Menurut peneliti keamanan dunia maya dan pejabat pemerintah Barat, Cold River telah meningkatkan upaya peretasannya terhadap sekutu Kyiv sejak invasi Ukraina. Serangan digital terhadap laboratorium AS terjadi ketika para pakar AS memasuki wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia untuk memeriksa pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa dan mengkaji risiko, yang menurut kedua belah pihak, dapat menjadi bencana radiasi yang menghancurkan.

Cold River telah terlibat dalam lusinan insiden peretasan tingkat tinggi lainnya dalam beberapa tahun terakhir, menurut wawancara dengan sembilan perusahaan keamanan siber. Kelompok peretas tersebut pertama kali menarik perhatian para profesional intelijen setelah mereka menargetkan untuk membobol kantor luar negeri Inggris pada 2016. Reuters melacak akun email yang digunakan dalam operasi peretasannya antara tahun 2015 dan 2020 ke seorang pekerja teknologi informasi di Kota Syktyvkar, Rusia.

"Ini adalah salah satu grup peretasan terpenting yang belum pernah Anda dengar," kata Adam Meyers, wakil presiden senior intelijen di perusahaan keamanan siber AS CrowdStrike. "Mereka terlibat langsung mendukung operasi informasi Kremlin."

Layanan Keamanan Federal Rusia (FSB), badan keamanan domestik yang juga melakukan kampanye spionase untuk Moskow, dan Kedutaan Rusia di Washington tidak menanggapi permintaan komentar melalui email.

Sejumlah pejabat tinggi negara-negara Barat mengatakan pemerintah Rusia adalah pemimpin dunia dalam praktik peretasan. Kremlin disebut menggunakan spionase dunia maya untuk memata-matai pemerintah dan industri asing demi mencari keunggulan kompetitif. Namun, Moskow secara konsisten membantah tuduhan tersebut.

Kumpulan Intelijen

Pada Mei, Cold River berhasil membobol dan membocorkan email milik mantan kepala layanan mata-mata Inggris MI6. Aksi pembobolan tersebut hanyalah salah satu dari beberapa operasi 'peretasan dan pembocoran' yang dilakukan pada tahun lalu oleh peretas yang terkait dengan Rusia. Komunikasi rahasia dipublikasikan di Inggris, Polandia, dan Latvia, menurut pakar keamanan dunia maya dan pejabat keamanan Eropa Timur.

Menurut perusahaan keamanan dunia maya Prancis SEKOIA.IO, dalam operasi spionase baru-baru ini yang menargetkan para kritikus Moskow, Cold River mendaftarkan nama domain yang dirancang untuk meniru setidaknya tiga lembaga non-pemerintah Eropa yang menyelidiki kejahatan perang.

Upaya peretasan terkait LSM itu terjadi tepat sebelum dan sesudah peluncuran laporan komisi penyelidikan independen PBB pada 18 Oktober yang menemukan bahwa pasukan Rusia bertanggung jawab atas "sebagian besar" pelanggaran hak asasi manusia pada minggu-minggu awal terjadinya perang Ukraina, yang disebut Rusia sebagai operasi militer khusus.

Dalam sebuah unggahan blog, SEKOIA.IO mengatakan Cold River berusaha untuk berkontribusi pada "pengumpulan intelijen Rusia tentang bukti terkait kejahatan perang yang teridentifikasi dan/atau prosedur peradilan internasional." Reuters tidak dapat memastikan secara independen mengapa Cold River menargetkan LSM dalam operasinya.

Komisi Keadilan dan Akuntabilitas Internasional (CIJA), sebuah organisasi nirlaba yang didirikan oleh penyelidik kejahatan perang veteran, mengatakan dalam delapan tahun terakhir pihaknya telah berulang kali menjadi sasaran peretas yang didukung, tanpa hasil. Dua LSM lainnya, Pusat Konflik Tanpa Kekerasan Internasional dan Pusat Dialog Kemanusiaan, tidak menanggapi permintaan komentar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.