Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumatera, Bosch Indonesia Dukung PMI dengan Teknologi Pembersihan Lumpur dan Sisa Material
📅 Minggu, 08 Feb 2026, 20:45 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Bosch
JAKARTA - Lebih dari dua bulan setelah bencana ekologis melanda sejumlah wilayah di Sumatera, kini perhatian tertuju pada pemulihan berbagai hak dasar masyarakat. Hingga 31 Januari 2026, masih terdapat lebih dari 106 ribu warga masih mengungsi, dengan kerusakan ratusan ribu rumah serta fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ibadah.
Skala dampak tersebut menuntut percepatan pemulihan, khususnya pada permukiman dan infrastruktur vital agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan. Dengan mandat pemerintah, Palang Merah Indonesia (PMI) terus memimpin upaya pemulihan dengan mengerahkan relawan serta memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan terbaru dari Bosch Indonesia melalui solusi teknologi Bosch Power Tools.
Kepala Markas PMI Pusat, Arifin M. Hadi, menjelaskan bahwa fase pemulihan pascabencana saat ini sangat bergantung pada pembersihan lumpur dan sisa material banjir. Di sejumlah wilayah, seperti Aceh Tengah, Aceh Timur, Tapanuli, Sibolga, serta Agam, Solok, dan Padang, ketebalan lumpur masih cukup tinggi sehingga pembersihan tidak dapat dilakukan secara manual.
Kondisi tersebut membuat proses pemulihan membutuhkan waktu panjang dan dukungan peralatan yang memadai. “PMI akan bekerja setidaknya hingga akhir tahun ini, dan sangat mungkin diperpanjang karena proses pembersihan diperkirakan bisa berlangsung sampai tiga tahun. Karena itu, dukungan peralatan berkapasitas besar menjadi kunci agar proses pembersihan dapat berjalan lebih cepat dan aman,” ujarnya.
“Sejalan dengan kebutuhan di lapangan, PMI memanfaatkan dukungan perkakas Bosch Power Tools untuk mempercepat pembersihan lingkungan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara bertahap, terutama menjelang Ramadan 2026,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada hari Kamis (5/2).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran 25 unit High Pressure Washer senilai sekitar Rp97 juta yang memiliki tekanan air 100–120 bar, sehingga pembersihan permukiman dan fasilitas umum dapat dilakukan lebih efisien sekaligus meningkatkan keselamatan kerja relawan di lapangan.
“Di fase pasca bencana, tantangan di lapangan bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga efektivitas dan keselamatan kerja. Dukungan peralatan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan area terdampak sekaligus memperkuat kesiapsiagaan respons bencana jangka panjang,” ujar Fenny Anggraeni Sofyan, Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia yang mewakili Bosch Power Tools dalam sambutannya.
Mendorong Dampak Nyata Melalui Teknologi dan Keberlanjutan
Sebaiknya Anda baca juga:
Menggarisbawahi tujuan program ini, Fenny menegaskan bahwa komitmen tersebut sejalan dengan inisiatif keberlanjutan Bosch secara global yang diimplementasikan oleh Bosch Indonesia melalui berbagai program yang dapat mendukung pencapaian pembangunan keberlanjutan nasional dan tujuan SDGs melalui teknologi.
Dalam konteks ini, selain dukungan peralatan, Bosch juga melibatkan partisipasi karyawan melalui penggalangan dana senilai Rp 4,9 juta yang disalurkan melalui Foodbank of Indonesia.
“Komitmen keberlanjutan kami diperkuat melalui inisiatif Bosch Bersama Negeri, yang dijalankan melalui tiga pilar utama: lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan teknologi yang berdampak pada kualitas hidup. Keseluruhan inisiatif ini akan terus dijalankan untuk menegaskan konsistensi Bosch dalam mendorong perubahan nyata melalui solusi inovatif yang berkontribusi pada kualitas hidup dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ungkap Fenny.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!