Penyanderan Bank 12 Jam di California, Pasukan Khusus FBI Tembak Mati Terduga Pelaku
📅 Kamis, 04 Jun 2026, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
BAKERSFIELD - Agen-agen dari Hostage Rescue Team (HRT) Biro Investigasi Federal (FBI) di Amerika Serikat telah menembak mati seorang pria yang diduga menyandera orang-orang di dalam sebuah gedung di Bakersfield, California, yang menampung cabang bank dan kantor distrik sekolah, Rabu (3/6).
Dari Al Jazeera, situasi tegang di pusat kota dimulai Selasa sore ketika petugas menanggapi panggilan tentang ancaman bom di gedung Chase Bank.
Polisi Bakersfield mengatakan pria itu mengunci diri di dalam ruangan bersama beberapa orang. Dua orang dibebaskan pada hari Selasa setelah negosiasi dengan pihak berwenang.
Bangunan-bangunan di sekitarnya, termasuk Balai Kota dan markas polisi, dievakuasi dan beberapa jalan ditutup sementara selama situasi penyanderaan.
Penembakan itu mengakhiri kebuntuan selama 12 jam di sebuah kantor di Bakersfield yang menampung cabang bank dan kantor distrik sekolah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam sebuah pernyataan, kepolisian Bakersfield mengatakan tersangka tewas dalam "insiden penembakan yang melibatkan petugas dari Biro Investigasi Federal".
Ditambahkan pula bahwa “semua sandera ditemukan dalam keadaan selamat dan menerima evaluasi serta perawatan medis di tempat kejadian”.
Polisi awalnya dipanggil setelah adanya ancaman bom di lokasi tersebut. Polisi mengatakan pria itu mengunci diri di dalam bersama beberapa orang, dua di antaranya dibebaskan pada hari Selasa setelah negosiasi dengan pihak berwenang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pihak berwenang membuat perimeter yang luas di sekitar gedung tersebut, mengevakuasi Balai Kota dan markas polisi yang berada di dekatnya.
Sersan polisi Bakersfield, Eric Celedon, mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa departemen tersebut telah mengerahkan "setiap sumber daya yang kami miliki di sini untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang paling aman".
Pada hari Rabu, polisi mengatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan bahwa penegak hukum dalam jumlah "signifikan" akan tetap berada di daerah tersebut.
Identitas tersangka belum segera diungkapkan dan motifnya masih belum jelas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!