Penguatan Kerja Sama, AS Dukung Tujuan Pandangan Asean tentang Indo-Pasifik
📅 Kamis, 10 Agu 2023, 22:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Youtube FPCI
Jakarta - Penguatan kerja sama, Wakil Asisten Sekretaris Biro Urusan Asia Timur dan Pasifik Departemen Luar Negeri AS Camille P. Dawson mengatakan AS sangat mendukung tujuan Pandangan Asean (Asean Outlook) tentang Indo-Pasifik.
"AS dan banyak mitra yang berpikiran sama berbagi tujuan yang sama untuk memajukan keterbukaan dan menghormati kedaulatan, memajukan kerja sama dan lembaga regional," kata Camille dalam acara "US Indo-Pacific Strategy and Southeast Asia Conference" yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis.
Dia melanjutkan, AS memiliki tujuan yang sama yaitu memperkuat keamanan untuk menjamin stabilitas, memajukan kemakmuran, penegakan hukum, dan tata pemerintahan yang baik serta membangun ketahanan kawasan.
Untuk mendorong kemakmuran kawasan Indo-Pasifik, pada Mei 2022, Presiden AS Joe Biden meluncurkan Kerangka Kerja Ekonomi Indo-Pasifik untuk Kemakmuran (Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity/IPEF) dengan 13 mitra regional.
Sebanyak 13 mitra regional tersebut adalah Indonesia, Australia, Brunei Darussalam, Fiji, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami sangat senang karena kelompok mitra yang begitu beragam pada awalnya bergabung dalam negosiasi kerangka kerja, terutama dari Asia Tenggara," ujar Camille.
IPEF merupakan bentuk kerja sama ekonomi yang mengatasi tantangan utama abad ke-21, termasuk ketahanan rantai pasokan makanan, transformasi digital, dan transisi energi bersih.
Camille menyebutkan bahwa AS juga mendukung perkembangan ekonomi regional dengan mengatasi kesenjangan infrastruktur di kawasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami lebih mempererat keterlibatan kami, keterlibatan ekonomi kami bersama mitra Quad kami melalui Grup Koordinasi Infrastruktur Quad," kata Camille.
Dia juga menambahkan bahwa mitra Quad telah menyediakan pendanaan resmi lebih dari 40 miliar dolar (sekitar Rp606 triliun) sejak 2015 untuk infrastruktur di kawasan Asean.
"Quad menyambut peluang untuk bekerja sama dengan Asean untuk memberikan inisiatif yang berdampak pada kawasan ini," ujar Camille.
Selain itu, Camille mengatakan bahwa AS mendukung pernyataan Asean mengenaiCode of Conduct(CoC) harus sesuai dengan hukum internasional, termasuk UNCLOS, dan Laut China Selatan tetap menjadi jalur air yang bebas dan terbuka.
Dia juga menegaskan bahwa melalui penguatan kemitraan dengan Asean, AS siap memanfaatkan peluang yang ada untuk mengatasi tantangan Indo-Pasifik.
"Amerika Serikat dan Asean memiliki visi yang sama untuk masa depan kawasan Indo-Pasifik," ucapCamille.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!