Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Kudus Memastikan Tidak Naikkan PBB meskipun NJOP Disesuaikan Harga Pasar

📅 Senin, 23 Feb 2026, 11:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Kudus Memastikan Tidak Naikkan PBB meskipun NJOP Disesuaikan Harga Pasar Doc: ANTARA
Ket. Loket pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kompleks Perkantoran Setda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memastikan tidak menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) meskipun pemerintah daerah melakukan penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) agar lebih mendekati harga jual tanah di pasaran.

"Penyesuaian NJOP dilakukan sebagai tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Untuk itu, NJOP tanah di Kabupaten Kudus disesuaikan dengan harga pasar," kata Pelaksana tugas Kepala Bidang Perencanaan dan Operasional Pendapatan Daerah Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus, Rama Rizkika, di Kudus, Senin (23/2).

Meski demikian, kata dia, Bupati Kudus mengambil kebijakan tersendiri agar tarif PBB tetap sama seperti tahun 2025.

"Meskipun NJOP diarahkan mendekati harga pasar, besaran pajak yang dibayarkan masyarakat tidak mengalami kenaikan," ujarnya.

Ia menjelaskan penyesuaian NJOP juga tidak dilakukan secara menyeluruh. Perubahan hanya diterapkan pada kelas tertentu dengan kisaran kenaikan sekitar 10–20 persen, sebagai langkah awal mendekatkan nilai objek pajak dengan kondisi pasar sekaligus menganalisis potensi pajak daerah ke depan.

Menurut dia, penyesuaian NJOP merupakan bagian dari proses reklasifikasi nilai tanah yang dilakukan secara bertahap pada berbagai kelas tanah.

Selain itu, kata dia, perubahan NJOP juga bisa terjadi apabila terdapat perubahan fungsi lahan, misalnya dari lahan kosong menjadi bangunan.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa meskipun ada penyesuaian nilai objek pajak, nominal PBB tahun 2026 tetap tidak mengalami kenaikan dibandingkan 2025.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah daerah agar penyesuaian nilai tanah tidak langsung membebani masyarakat.

"Pemkab Kudus juga akan terus melakukan evaluasi dan analisis potensi pajak seiring perkembangan harga pasar tanah, sekaligus memastikan kebijakan perpajakan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

56 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.