Pemkab Bekasi gencarkan normalisasi sungai di wilayah Pebayuran
📅 Jumat, 09 Mei 2025, 13:20 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Kabupaten Bekasi -- Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menggencarkan kegiatan normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Pebayuran sebagai upaya penguatan tanggul kritis, penataan bantaran sekaligus pencegahan banjir saat musim hujan.
"Kami memang sedang mengoptimalkan normalisasi sungai, terutama setelah penertiban bangunan liar di bantaran sungai tuntas dikerjakan, termasuk di Pebayuran," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Henri Lincoln di Cikarang, Jumat.
Dia mengatakan Kecamatan Pebayuran menjadi salah satu titik prioritas normalisasi sungai mengingat kondisi sejumlah tanggul di wilayah itu dinilai kritis sehingga rawan banjir ketika debit air tinggi.
"Banjir parah akibat tanggul jebol pernah melanda wilayah Pebayuran. Saat itu, Presiden Joko Widodo bahkan turut meninjau langsung ke lokasi terdampak," katanya.
Pekerjaan normalisasi di kecamatan ini terfokus pada lima titik antara lain dua titik di Kali Pesut serta satu titik masing-masing di Kali Segaran, Kali Camar dan Kali Bakung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aliran air kelima sungai itu melintasi tujuh wilayah desa di Kecamatan Pebayuran yakni Desa Karangharja, Karangsegar, Karangpatri, Karangreja, Karangjaya, Bantarjaya serta Desa Bantarsari.
Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha mengatakan kegiatan normalisasi sungai oleh pemerintah daerah melalui perangkat daerah terkait menjangkau titik rawan banjir, terutama pada tanggul-tanggul kritis yang memang krusial.
"Normalisasi ini merupakan respons terhadap aspirasi masyarakat terutama para petani. Dengan adanya pembersihan dan pengerukan sungai ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir sekaligus memperlancar aliran sungai," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pihaknya turut mengapresiasi pemerintah daerah atas upaya penertiban bangunan liar di area bantaran sungai demi mengembalikan fungsi lahan sehingga dapat menciptakan penataan sempadan sungai yang lebih tertib dan rapi.
Menurut dia kondisi sempadan yang baik akan menunjang kelancaran aliran air sekaligus mencegah penyempitan badan sungai, termasuk membawa dampak positif bagi produktivitas pertanian, mendorong peningkatan hasil panen petani.
Melalui kegiatan normalisasi sungai, kapasitas pasokan air irigasi diharapkan meningkat sehingga mampu mencukupi kebutuhan petani terutama saat musim kemarau.
"Jadi satu kegiatan yang memiliki dampak luas terutama bagi para petani kita. Mereka bisa memanfaatkan pasokan air untuk bertani bahkan di musim kemarau selain mencegah tanggul jebol saat musim hujan," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!