Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemimpin Oposisi Rusia Meninggal dalam Tahanan

📅 Jumat, 16 Feb 2024, 20:45 WIB | Oleh:
Pemimpin Oposisi Rusia Meninggal dalam Tahanan Doc: Istimewa
Ket. Alexey Navalny menjalani hukuman di koloni penjara “Serigala Kutub”, salah satu sistem penjara yang keras di Rusia dan terletak di tempat dengan musim dingin paling beku.

MOSKOW - Pemimpin oposisi Rusia yang dipenjara, Alexei Navalny, pada Jumat (16/2), diberitakan oleh media pemerintah meninggal dunia, mengutip layanan penjara federal di wilayah tempat dia menjalani hukuman 19 tahun, atas tuduhan ekstremisme.

Al Jazeera melaporkan, belum ada konfirmasi langsung mengenai kematian pria berusia 47 tahun itu dari timnya. Juru bicara Navalny, Kira Yarmysh, mengatakan, pengacaranya sedang melakukan perjalanan ke koloni penjara Nomor 3, yang letaknya terpencil di utara Lingkaran Arktik.

"Merasa tidak enak badan setelah berjalan-jalan dan kehilangan kesadaran, hampir seketika," bunyi pernyataan dari penjara federal Rusia.

"Staf medis segera tiba, dan tim ambulans dipanggil. Tindakan resusitasi dilakukan, tetapi tidak membuahkan hasil positif. Paramedis membenarkan kematian terpidana tersebut. Penyebab kematiannya sedang diselidiki," tambahnya

Navalny berada di koloni hukuman IK-3 di Kharp, di wilayah Yamalo-Nenets, sekitar 1.900 kilometer (1.200 mil) timur laut Moskow.

Dikenal sebagai koloni penjara"rezim khusus" atau "Serigala Kutub" adalah salah satu sistem penjara yang paling keras di Rusia dan terletak di tempat dengan musim dingin yang paling beku.

Kremlin mengatakan, Presiden Vladimir Putin telah diberitahu tentang kematian Navalny.

Sementara itu asisten Navalny, Leonid Volkov, meenanggapi berita itu di X.

"Pihak berwenang Rusia menerbitkan pengakuan bahwa mereka membunuh Alexei Navalny di penjara. Kami tidak punya cara untuk memastikannya atau membuktikan bahwa ini tidak benar."

Kematian sedang diselidiki

Dilaporkan dari Moskow, Yulia Shapovalova dari Al Jazeera mengatakan bahwa layanan penjara melaporkan kematian Navalny di "penjara yang sangat, sangat keras", menambahkan bahwa "kesehatannya sangat buruk akhir-akhir ini".

"Penyebab resmi kematiannya belum diumumkan dan penyelidikan sedang dilakukan," kata Shapovalova.

Sebagian besar narapidana di koloni penjara"rezim khusus", telah dihukum karena kejahatan berat. Kharp berjarak sekitar 100 kilometer dari Vorkuta, yang tambang batu baranya merupakan bagian dari sistem kamp gulag Soviet.

Navalny, seorang pengkritik keras Putin, telah dipenjara sejak Januari 2021 ketika dia kembali ke Moskow setelah pulih di Jerman dari keracunan zat saraf yang dia salahkan pada Kremlin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

17 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.