Pemerintah Siapkan Rp10 Triliun untuk Kembangkan Pertanian Berbasis AI
📅 Senin, 03 Nov 2025, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah mengalokasikan anggaran Rp10 triliun untuk mendorong penerapan pertanian modern berbasis teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) guna meningkatkan efisiensi, produktivitas dan kemandirian pangan nasional.
Amran saat ditemui di sela-sela mengunjungi Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Serpong di Tengerang, Banten, Senin (3/11), mengatakan alokasi anggaran tersebut untuk pengembangan teknologi pertanian, termasuk robotik, sensor tanah, serta sistem berbasis data guna mendukung keberlanjutan sektor pangan nasional.
"Pemerintah, kita anggarkan sampai kurang lebih Rp10 triliun. Teknologi semua kita gunakan. Jadi ada drone kita pakai, kemudian sensor untuk mengetahui kondisi unsur hara tanah, dan seterusnya," kata Amran.
Menurut dia, penerapan teknologi berbasis kecerdasan buatan menjadi kunci utama dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian nasional guna mewujudkan swasembada pangan.
"Dengan teknologi itu produktivitas naik, indeks pertanaman naik, kemudian biaya produksi turun. Karena menggunakan artificial intelligence. Menggunakan robotik dan seterusnya. Dan itu benar," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, langkah itu sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC) 2025 yang berlangsung di Korea Selatan.
Dalam KTT APEC, kata Amran, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia mampu mencapai swasembada pangan karena memanfaatkan teknologi modern, termasuk artificial intelligence dalam setiap tahapan produksi.
Menurut Amran, Kementerian Pertanian kini gencar melakukan transformasi dari sistem pertanian tradisional menuju pertanian modern melalui penerapan drone, sensor tanah, hingga konsep precision agriculture dan smart farming.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan teknologi tersebut, petani dapat melakukan proses penanaman, pemupukan, hingga pemantauan lahan secara otomatis menggunakan drone dan sensor yang mampu membaca kebutuhan unsur hara di tanah.
Ia mengatakan efisiensi yang dihasilkan sangat signifikan, di mana dahulu satu hektare sawah memerlukan 25 pekerja, kini 25 hektare bisa ditanam hanya dalam satu hari dengan bantuan drone pertanian.
"Contoh, kalau tanam dulu itu (untuk menanam) 1 hektare menggunakan 25 orang. Atau 1 hektare 1 orang tanam 25 hari. Sekarang 25 hektare 1 hari dengan menggunakan drone. Bisa bayangkan efisien, efektif penggunaan anggaran. Jadi dulu 25 hari 1 hektare, sekarang 1 hari 25 hektare," ujar Amran.
Transformasi itu tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga meningkatkan indeks pertanaman serta hasil panen nasional yang berujung pada penguatan ketahanan pangan Indonesia di masa depan.
Amran mengaku optimistis pemanfaatan teknologi AI secara masif akan menjadikan pertanian Indonesia semakin efisien, kompetitif, dan siap menjawab tantangan global dalam mewujudkan kemandirian pangan berkelanjutan.
"Kita gunakan semua teknologi. Dan ke depan kami yakin biaya produksi turun," katanya, menegaskan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!