Pemerintah Pastikan Pasokan Energi Aman Selama Lebaran
📅 Kamis, 27 Mar 2025, 15:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
JAKARTA - Pemerintah memastikan pasokan energi berupa BBM, LPG, dan listrik, hingga mitigasi kebencanaan geologi selama Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah dalam kondisi aman dan berjalan lancar.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi yang dilakukan melalui konferensi video, secara umum pasokan energi, yaitu BBM, LPG, dan listrik, dalam kondisi aman.
"Puncak arus mudik diperkirakan tanggal 28-30 Maret 2025. Diharapkan semua berjalan lancar, sehingga masyarakat dapat berhari raya dengan tenang dan nyaman," kata Erika dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/3).
BPH Migas menggelar rapat pleno melalui video conference untuk memastikan kesiapan pasokan energi Lebaran.
Rapat pleno dipimpin Kepala BPH Migas Erika Retnowati selaku Ketua Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk Mengamankan Hari Raya Idul Fitri 1446 H Tahun 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Per 25 Maret 2025, stok Pertalite diperkirakan 22 hari, Pertamax 30 hari, Pertamax Turbo 30 hari, LPG 15 hari, serta minyak tanah 27 hari.
Sementara, stok solar tercatat 22 hari dan avtur 32 hari.
Untuk memenuhi kebutuhan BBM, BPH Migas dan Pertamina menyiagakan 125 terminal BBM, 7.746 SPBU, dan 70 depot pengisian pesawat udara (DPPU), serta menyiagakan fasilitas tambahan di wilayah-wilayah dengan permintaan tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara untuk kelistrikan, pada 24 Maret 2025, daya mampu pasok kelistrikan nasional tercatat 54.086,22 MW dan beban puncak 42.993,77 MW, sehingga terdapat cadangan sebesar 11.092,45 MW.
PT PLN (Persero) juga telah menyiapkan 3.385 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di 2.306 lokasi, termasuk jalan tol untuk memudahkan masyarakat mengisi daya kendaraan listriknya.
Selain itu, penyaluran gas bumi dalam kondisi aman.
Tim Tanggap Darurat bekerja 24 jam setiap hari untuk melayani masyarakat.
Terkait monitoring kebencanaan geologi, dilakukan pemantauan gunung berapi yang meningkat statusnya dari Siaga menjadi Awas, yaitu Gunung Lewotobi Laki-Laki, serta dua gunung berstatus Siaga yaitu Gunung Merapi dan Gunung Ibu.
Untuk pemantauan gerakan tanah atau tanah longsor dan gempa bumi, juga terus dilakukan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!