Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Daerah Diminta Optimalkan Pompanisasi agar Produksi Padi Naik

📅 Jumat, 09 Agu 2024, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Daerah Diminta Optimalkan Pompanisasi agar Produksi Padi Naik Doc: ANTARA/HO-Humas Kementan
Ket. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Perluasan Areal Tanam (PAT) Pompanisasi dan Pembinaan Penyuluh di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/8/2024).

Jakarta - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono meminta kepada seluruh pemerintah daerah yang telah menerima bantuan pompa air dalam program pompanisasi, agar mengoptimalkan pemasangannya sehingga produksi padi bisa naik.

"Tercapainya peningkatan produksi padi dalam lima bulan ke depan dengan syarat pompa yang sudah diterima masing-masing daerah langsung difungsikan untuk menggarap lahan baru," kata Wamentan Sudaryono dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Ia optimistis produksi padi naik dalam lima bulan ke depan seusai optimasi pompanisasi dalam perluasan areal tanam guna menyiapkan kebutuhan pangan dalam negeri dan mengatasi pertanian dari kekeringan panjang.

"Dari data yang kami himpun, kalau semua konsisten dengan tugas kita masing-masing, menjalankan arahan Pak Mentan (Andi Amran Sulaiman), pompa yang sudah terdistribusi langsung dimanfaatkan maka kita optimistis lima bulan ke depan produksi kita akan naik," ujarnya.

Wamentan melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program Perluasan Areal Tanam (PAT) di wilayah Jawa Barat dengan menghadiri rapat koordinasi PAT, Pompanisasi dan Pembinaan Penyuluh di Graha Manggala Siliwangi, Bandung.

Selain di Jawa Barat, Wamentan juga mengunjungi Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk memastikan program PAT berjalan sesuai dengan target yang sudah ditentukan.

Ia mengungkapkan, pihaknya melakukan kunjungan guna memastikan pompanisasi sebagai pendukung PAT terpasang dan berfungsi dengan baik.

Lebih lanjut, Wamentan mengatakan kehadiran di berbagai sentra produksi padi juga untuk memastikan kebutuhan beras nasional aman sampai akhir tahun dengan terus mengakselerasi pertanaman.

"Urusan pangan ini urusan penting dan genting. Dan kita ketahui bersama bahwa Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah lumbung beras nasional. Jadi di mana pun ada sumber air dan lahan yang belum dioptimalkan segera laporkan," kata Wamentan.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyampaikan bahwa daerahnya merupakan salah satu lumbung padi nasional.

"Tahun 2022 produksi kami 9,3 juta ton gabah kering-giling, tahun 2023 turun menjadi 9,1 juta ton dan tahun ini target kami 11 juta ton," ungkapnya.

Lebih lanjut, Bey Machmudin menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan pompanisasi yang sudah diterima pihaknya.

"Ada 7.033 unit pompa, kepada kelompok tani dan brigade dan telah dimanfaatkan sebesar 82,62 persen atau sekitar 5.811 unit," imbuhnya.

Pada pertemuan tersebut, Wamentan memberikan apresiasi kepada Babinsa, Unit Kerja dan Dinas Pertanian lingkup Jawa Barat yang memiliki capaian PAT tertinggi. Kategori Babinsa apresiasi diberikan kepada Sertu Suryadi, Babinsa Mekarwangi Ramil 0608-11/ Bojongpicung Kodim Cianjur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.