Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pembudidaya Ikan Harap Komoditas Daerah Dimanfaatkan Jadi Menu MBG

📅 Rabu, 15 Okt 2025, 18:42 WIB | Oleh:
Pembudidaya Ikan Harap Komoditas Daerah Dimanfaatkan Jadi Menu MBG Doc: ANTARA/Fitra Ashari
Ket. Pembudidaya ikan nila di Farm Feed Cimahi, Sukabumi, Jawa Barat Abdullah Agus Salim memperlihatkan aplikasi Banoo yang digunakan pembudidaya ikan untuk mengontrol ikan kolam melalui sensor, di acara Panen Raya Teknologi Digital Perikanan di Sukabumi, Rabu (15/10)

JAKARTA - Pembudidaya ikan nila di Farm Feed Cimahi, Sukabumi, Jawa Barat Abdullah Agus Salim berharap produksi ikan yang menjadi komoditas daerah setempat dapat menjadi menu andalan di dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami sudah mencoba ke dapur-dapur lain untuk bisa memasarkan memang masih ada terkendala. Dapur sendiri ada yang belum menyetujui, dan memang ada yang menggunakan ikan lain juga. Tapi memang kita fokus di ikan nila untuk bisa memasarkan seluruh dapur," kata Agus ketika ditemui media saat acara Panen Raya Teknologi Digital Perikanan di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (15/10).

Agus mengatakan per satu siklus atau tiga bulan, dapat menghasilkan sekitar 40 ton ikan nila. Saat ini kelompok budidayanya baru bisa menyuplai ke satu dapur MBG yang ada di Kabupaten Sukabumi dalam bentuk ikan fillet berukuran 300-500 gram.

Namun para pembudidaya ikan masih menghadapi kesulitan untuk menawarkan ke dapur MBG lainnya untuk memasukkan menu ikan nila menjadi menu wajib, tidak semudah ketika menawarkan daging ayam. Oleh karena itu, dia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian khusus bagi komoditas unggulan di daerah.

Agus mengatakan budidaya ikan nila di Farm Feed, Cimahi, sudah mengadopsi teknologi microbubble berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat meningkatkan kadar oksigen dalam air sehingga ikan selalu sehat dan bisa mencukupi kebutuhan produksi dan pasar yang membutuhkan.

Ia juga mengatakan dengan lingkungan air yang baik dapat menghasilkan ikan yang berkualitas tidak kalah dengan ikan-ikan dari produksi swasta.

"Pada kesempatan ini kita baru menyuplai satu dapur MBG yang dimana satu minggu sudah bisa diserap 400 kilogram ikan nila hidup. Ketika di filet ini hanya 33 persen kurang lebih hasilnya yang bisa diserap oleh dapur MBG," katanya.

Agus mengatakan dengan teknologi microbubble kualitas ikan juga meningkat dan memiliki bobot hampir mencapai satu kilo, sehingga ia optimis penggunaan teknologi baru bisa memungkinkan produksi bertambah untuk bisa dipasarkan termasuk menjadi bagian dalam menu program MBG.

Selain itu, produksi yang melimpah juga akan membuat pembudidaya ikan lebih mudah dan tidak perlu jauh-jauh untuk memasarkan ikan sebagai salah satu kebutuhan makanan masyarakat.

"Saya ingin melalui Komdigi ke pemerintah, agar menu wajib itu kita kebagian. Satu bulan, satu kali saja. Karena ketika nila saja bisa diserap satu bulan, satu kali, kemungkinan kalau 250 dapur di Sukabumi, sudah akan membutuhkan 80 ton per bulan, kami optimis ketika memang hari ini terus dikembangkan, hasilnya melimpah, dan penerimanya pun atau pasarnya pun ada," harap Agus.

Dengan bimbingan teknis dan bantuan dari pemerintah ia berharap akan meningkatkan kualitas produksi sehingga bisa menghasilkan kesejahteraan bagi semua pembudidaya ikan.

Sementara itu menanggapi usulan Agus, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid akan berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membantu pembudidaya ikan memasarkan hasil panennya, termasuk untuk dimasukkan ke menu wajib MBG di Sukabumi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.