Pembangunan Betang Rumah Adat Suku Dayak oleh Warga Tualan Hulu
📅 Senin, 30 Jun 2025, 22:55 WIB | Oleh: Ones
Doc: Antara
Sampit - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mengapresiasi inisiatif masyarakat di Kecamatan Tualan Hulu yang membangun betang atau rumah adat suku Dayak sebagai wujud nyata dalam pelestarian budaya.
“Inisiatif ini sangat bagus dalam rangka pelestarian budaya daerah, apalagi saat ini di Kotim hanya memiliki satu rumah betang yaitu Rumah Betang Tumbang Gagu di Kecamatan Antang Kalang yang umurnya sudah ratusan tahun,” kata Kepala Disbudpar Kotim Bima Ekawardhana di Sampit, Senin.
Ia menjelaskan, betang adalah rumah adat suku Dayak yang ada di Kalimantan. Rumah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat kehidupan sosial, budaya, dan spiritual bagi masyarakat Dayak.
Namun, sekarang betang sudah sangat jarang ditemukan karena beberapa faktor seperti perubahan gaya hidup masyarakat Dayak, kurangnya perawatan dan pemeliharaan, serta dampak modernisasi dan pembangunan.
Oleh karena itu, pihaknya menyambut gembira inisiatif masyarakat terutama tokoh adat di Kecamatan Tualan Hulu untuk membangun betang, karena dengan begitu masyarakat juga ikut andil dalam pelestarian budaya daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jadi, pembangunan betang di Tualan Hulu ini memang keinginan masyarakat setempat, tujuannya untuk dijadikan tempat berkumpul para tokoh di sana atau ketika acara acara keagamaan, ritual adat dan sebagainya bisa menggunakan bangunan tersebut,” ujarnya.
Bima melanjutkan, tujuan masyarakat membangun betang itu pun sejalan dengan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Sebab, bagi masyarakat Dayak rumah betang merupakan simbol kuat dari semangat gotong-royong dan kebersamaan.
Hal ini juga mencerminkan keharmonisan masyarakat di Kotim yang walaupun berbeda agama, ras maupun suku tetapi tetap menjaga kebersamaan, solidaritas dan saling membantu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan makna yang mendalam dan ciri khas rumah betang di Tualan Hulu juga diharap bisa dikembangkan menjadi salah satu objek wisata di Kotim, seperti Rumah Betang Tumbang Gagu yang mampu mempesona wisatawan dari berbagai negara.
“Karena betang itu simbol warisan budaya, jadi kami berharap ke depannya itu bisa dikembangkan untuk tempat wisata dan ini juga dapat membawa manfaat bagi masyarakat setempat,” ucapnya.
Ia menambahkan, betang di Tualan Hulu tidak termasuk aset pemerintah daerah, karena bangunan itu dibangun oleh masyarakat, kendati demikian, pemerintah daerah tetap membantu untuk anggaran pembangunannya.
Dia juga mendorong perusahaan besar swasta (PBS) yang beroperasi di wilayah setempat turut berkontribusi dalam pembangunan betang yang ditargetkan rampung pada 2026.
Terpisah, Kepala Panitia Pembangunan Betang di Tualan Hulu Anggau menyampaikan dana awal pembangunan Betang diperoleh dari bantuan pemerintah serta kontribusi para pengusaha.
Tepatnya, pembangunan betang ini dilaksanakan di Desa Luwuk Sampit Kecamatan Tualan Hulu. Sebelumnya, pada Sabtu (28/6), pihaknya telah melaksanakan pemasangan tiang utama sebagai tanda dimulainya pembangunan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!