Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pelestarian Budaya, Kemenkumham Sebut Atraksi Berjalan di Atas Batu Panas Didaftarkan Hak Cipta

📅 Minggu, 02 Jul 2023, 02:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelestarian Budaya, Kemenkumham Sebut Atraksi Berjalan di Atas Batu Panas Didaftarkan Hak Cipta Doc: ANTARA/Muhsidin
Ket. Atraksi budaya adat suku Biak berjalan di atas menginjak batu panas (Apen Bayeren), Sabtu (1/7) pada Festival Biak Munara Wampasi (BMW).

Biak - Pelestarian budaya. Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Papua Anthonius M.Ayorbaba akan membantu permainan ekspresi budaya tradisional berjalan di atas batu panas (ApenBayeren) milik masyarakat adat suku Biak untuk didaftarkan perlindungan hukum hak cipta.

"Untuk pendaftaran di Kemenkumham atraksi seni budaya masyarakat suku Biak ApenBayeren gratis tidak bayar. Hanya butuh, untuk mengidentifikasi kelompok masyarakat," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Papua Anthonius Ayorbaba menanggapi ANTARA terkait pertunjukan atraksi budaya ApenBayeren pada Festival Biak Munara Sampai di Biak, Sabtu.

Ia mengaku, jika atraksi ekspresi budaya tradisional didaftarkan maka masyarakat pemiliknya punya legalitas serta dilindungi secara hukum.

Bahkan para generasi muda setempat bisa melihat dan tidak pernah hilang hingga lintas generasi berapapun karena dapat mengetahui sejarah ApenBayeremlewat sistem Kementerian Hukum dan HAM.

"Ya ini tugasnya dinas pariwisata Biak Numfor untuk mendaftarkan ApenBayerenkepada Kemenkumham lewat Kanwil Papua," harap Kepala Kanwil Kemenkumham Papua Anthonius Ayorbaba.

Dia optimistis ketika atraksi budaya suku Biak berjalan di atas menginjak batu panas jika dikemas dengan profesional bisa go International karena sangat unik dan langka di dunia.

Disinggung cara mendaftar di Kemenkumham, menurut Athonius Ayorbaba, untuk persyaratan ada pengakuan dan penanggungjawab masyarakat.

"Syarat lain menceritakan tentang silsilah dari ApenBayeren dan tinggal dirangkum untuk didaftarkan kepada Kemenkumham melalui Kanwil Papua," ujar Anthonius Ayorbaba.

Ia berharap, Festival BMW di Kabupaten Biak Numfor benar-benar dapat memberikan dampak ekonomi bagi warga lokal orang asli Papua yang punya permainan budaya tradisional.

Pada pertunjukan atraksi ApenBareyen Sabtu sore (1/7) pukul 15.00 hingga pukul 17.00 WIT dipimpin ketua adat Alparis Yapen disaksikan ketua dewan adat Manpun JJK Mandibodibo, Ketua TP PKK Ruth Naomi Rumkabu Naap serta para penjabat OPD dan perwakilan TNI/Polri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

26 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.