Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB Peringatkan Maraknya TPPO di Asia Tenggara

📅 Rabu, 30 Agu 2023, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB Peringatkan Maraknya TPPO di Asia Tenggara Doc: AFP/Fabrice COFFRINI
Ket. Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk

JENEWA - Ratusan ribu orang di Asia tenggara dipaksa oleh kelompok kriminal untuk melakukan penipuan secara daring, seringkali di bawah ancaman penyiksaan. Informasi itu diungkapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (29/8).

Banyak di antara mereka jadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan melakukan tindak kriminalitas daring serta menghadapi pelanggaran serius seperti penyiksaan atau kekerasan seksual, kata PBB dalam sebuah laporan.

"Orang-orang yang dipaksa bekerja dalam operasi penipuan ini mengalami perlakuan tidak manusiawi dan dipaksa melakukan kejahatan," kata Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk. "Mereka adalah korban. Mereka bukan penjahat," imbuh dia.

Menurut laporan PBB itu, skala bencana yang terjadi di Asia tenggara sulit diukur karena sifat praktik tersebut yang bersifat rahasia dan kesenjangan dalam respons pihak berwenang. Namun, narasumber yang dapat dipercaya mengindikasikan bahwa setidaknya 120.000 orang di seluruh Myanmar mungkin ditahan dalam situasi di mana mereka dipaksa melakukan penipuan secara daring.

Perkiraan di Kamboja berjumlah sekitar 100.000, tambah laporan tersebut. Laos, Filipina, dan Thailand, adalah beberapa negara di kawasan yang diidentifikasi sebagai negara tujuan atau transit utama.

PBB mengatakan bahwa pusat penipuan tersebut menghasilkan pendapatan miliaran dollar AS per tahunnya. Sedangkan para korban berasal dari kawasan Asean, Tiongkok daratan, Hong Kong, Taiwan, Asia selatan, dan lebih jauh lagi dari Afrika dan Amerika Latin.

Kebanyakan orang yang diperdagangkan dalam operasi penipuan daring adalah laki-laki, meskipun perempuan dan remaja juga menjadi korban, kata laporan itu.

Dampak Pandemi

Jaringan terlarang ini mendapat keuntungan dari pandemi Covid-19, yang menyebabkan kasino ditutup di beberapa negara karena tindakan kesehatan masyarakat. Hal ini menyebabkan operator kasino berpindah ke ruang daring yang kurang diatur, termasuk wilayah perbatasan yang terkena dampak konflik, kata laporan itu.

Krisis Covid-19 juga menyebabkan banyak migran menjadi lebih rentan, terdampar di suatu negara dan kehilangan pekerjaan karena penutupan perbatasan dan bisnis. Penguncian juga membuat orang menghabiskan lebih banyak waktu daring dan rentan menjadi sasaran penipuan daring, kata laporan itu. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.