Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pawai Lampion Imlek 2577 di Singkawang, Ribuan Warga Padati Sejumlah Ruas Jalan Utama

📅 Senin, 02 Mar 2026, 19:12 WIB | Oleh:
Pawai Lampion Imlek 2577 di Singkawang, Ribuan Warga Padati Sejumlah Ruas Jalan Utama Doc: Antara/Rendra Oxtora
Ket. Mobil hias yang mengikuti pwai lampion cap go meh di Singkawang.

PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT - Ribuan warga Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar) memadati sejumlah ruas jalan utama menyaksikan Pawai Lampion Imlek 2577 Kongzili yang diikuti ratusan mobil berhias lampion yang diiringi atraksi naga, barongsai, tarian kelabang, hingga marching band.

"Festival lampion ini bukan sekadar arak-arakan dan hiasan penerang kota, tetapi simbol harapan baru, semangat dan doa kami warga Tionghoa agar menjadi lebih baik di tahun baru ini," kata Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie bersama Wakil Wali Kota Muhammadin dan tamu VVIP melalui prosesi pemukulan Loku di panggung utama depan Kantor Wali Kota Singkawang, Senin (2/3).

Iring-iringan pawai melintasi Jalan Firdaus, Jalan Diponegoro, Jalan Niaga (depan Rusen), Jalan Budi Utomo, Jalan Kurau, Jalan Niaga (Patung Naga), Jalan Stasiun, dan berakhir di Happy Building. Sepanjang rute, masyarakat tampak antusias mengabadikan momen kemegahan lampion yang menghiasi kendaraan peserta.

Wali Kota Tjhai Chui Mie mengatakan lampion bagi masyarakat Tionghoa bukan sekadar hiasan, melainkan simbol doa, harapan, dan semangat untuk meraih kebaikan di tahun baru.

Ia berharap pawai lampion tidak hanya menjadi perayaan seremonial, melainkan dimaknai sebagai awal optimistis baru bagi masyarakat Singkawang dalam membangun kota yang lebih maju dan harmonis.

Tahun ini, perayaan Imlek dan Cap Go Meh bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Menurutnya, momentum tersebut mencerminkan harmoni keberagaman yang telah lama terjalin di Kota Singkawang.

"Imlek mengajarkan harapan baru dan Ramadhan mengajarkan kesabaran, ketulusan, serta kepedulian. Semoga dua momentum ini berpadu menjadi cahaya kekuatan bagi Singkawang yang semakin kuat bersatu dalam keberagaman dan menjunjung tinggi toleransi," katanya.

Selain mempererat persaudaraan antar-umat beragama, kemeriahan Imlek dan kekhidmatan Ramadhan juga dinilai berdampak positif terhadap sektor ekonomi dan pariwisata daerah. Festival Imlek dan Cap Go Meh yang digelar bersamaan dengan Ramadan Fair disebut dipadati pengunjung sejak hari pertama pelaksanaan.

"Kita lihat sejak dibuka, Festival Imlek dan Cap Go Meh serta Ramahan Fair benar-benar dipadati pengunjung. Tentu ini meningkatkan ekonomi dan pariwisata kita, khususnya bagi pelaku UMKM," kata Tjhai Chui Mie.

Pawai lampion tersebut menjadi salah satu rangkaian utama perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang yang setiap tahunnya menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus mempertegas identitas kota tersebut sebagai salah satu pusat perayaan budaya Tionghoa terbesar di Indonesia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

48 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.