Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Paus Mendesak Umat Katolik Tinggalkan Media Sosial dan Lakukan Refleksi

📅 Jumat, 16 Feb 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Paus Mendesak Umat Katolik Tinggalkan Media Sosial dan Lakukan Refleksi Doc: ANDREAS SOLARO/AFP
Ket. Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus

ROMA - Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, mendesak umatnya untuk melupakan hal-hal duniawi dan fokus pada hal-hal penting. Hal itu disampaikan pemimpin tertinggi Takhta Suci Vatikan itu saat membuka masa Prapaskah yang ditandai dengan perayaan Misa Rabu Abu, di salah satu dari tujuh bukit bersejarah di Roma.

Seperti dikutip dari The Straits Times, Singapura, Paus Fransiskus mengkritik kecenderungan masyarakat untuk mengungkapkan kehidupan mereka di media sosial, dan menyesalkan dunia di mana segala sesuatu, termasuk emosi dan perasaan terdalam manusia yang harus diketahui lingkungan sosial.

"Sebaliknya, umat beriman harus memasuki ruang terdalam mereka untuk mencari waktu untuk merenung dan berdoa dengan tenang," kata Paus berusia 87 tahun itu dalam homilinya.

Penebusan Dosa

Prapaskah adalah persiapan menjelang periode penebusan dosa yang berlangsung selama 40 hari sebelum masuk ke masa Paskah. Masa tersebut juga menjadi festival terpenting untuk merayakan hari di mana umat Katolik percaya bahwa Yesus bangkit dari kematian.

"Acara ini mewakili 40 hari yang dikatakan Yesus dalam Alkitab untuk berpuasa di padang pasir. Selama masa itu, umat Katolik diminta untuk berpuasa dan berpantang serta berdoa dan mengenang mereka yang membutuhkan dan merenungkan kematian.

"Hidup bukanlah sebuah sandiwara: Masa Prapaskah mengundang kita untuk turun dari panggung dan kembali ke hati, menuju realitas siapa diri kita," kata Paus Fransiskus.

"Janganlah kita takut melepaskan diri dari keterikatan duniawi dan kembali ke hati, pada hal yang penting," imbau Paus.

Dia berbicara pada kebaktian yang diadakan di Basilika Santa Sabina di Bukit Aventine Roma yang didahului dengan doa di gereja terdekat dan prosesi para kardinal dan uskup.

Para pengunjung misa, termasuk Paus, diberi tanda salib dengan abu di dahi mereka dalam ritual Misa Rabu Abu.

Peringatan itu dirayakan lebih dari 1,35 miliar umat Katolik di dunia yang berfungsi sebagai pengingat akan kematian.

Penggunaan abu sendiri dalam awal masa Prapaskah bukan sekadar seremonial belaka, tetapi mengandung makna mendalam. Abu yang digunakan dalam perayaan Rabu Abu berasal dari pembakaran daun palma dari perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya

Dalam iman Katolik, abu sejalan dengan momen Prapaskah yakni masa pertobatan. Abu jadi tanda pertobatan Kota Niniwe. Di Niniwe, Yunus mengumumkan kebinasaan kota itu dalam 40 hari. Kemudian, orang Niniwe percaya pada Allah, lalu semua berpuasa dan mengenakan kain kabung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

18 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

23 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.