Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas

📅 Senin, 27 Mei 2024, 12:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas Doc: Istimewa
Ket. Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Dr Antonius Benny Susetyo.

Dr Antonius Benny Susetyo, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP

Pada 1 Juni 2024, kita kembali memperingati Hari Lahir Pancasila dengan tema "Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2024". Tema ini mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan dalam rangka menyongsong Indonesia Emas.

Indonesia Emas hanya bisa tercapai melalui sinergi antara pemerintah, pasar, dan masyarakat. Sinergi ini sangat penting dalam mengembangkan sumber daya manusia dan sumber daya alam demi kesejahteraan rakyat.

Ketika Bung Karno mencetuskan ide tentang Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, ia menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila digali dari adat istiadat dan nilai-nilai asli masyarakat Indonesia. Pancasila lahir dari kehidupan rakyat Indonesia, yang dalam proses penggalian dan perenungan, Bung Karno menemukan bahwa Pancasila merupakan sarana pemersatu bangsa. Pancasila menjadi jiwa bagi bangsa kita, dan sudah saatnya Pancasila dijadikan acuan dalam cara berpikir, bertindak, bernalar, dan berelasi setiap pengambil kebijakan serta warga negara.

Pancasila harus diaktualisasikan dalam karya nyata melalui proses ideologisasi, yaitu bagaimana Pancasila bisa diaplikasikan dalam pikiran dan tindakan untuk mewujudkan kesejahteraan. Bung Karno menyadari bahwa bangsa ini terdiri dari beribu-ribu suku, etnis, budaya, dan agama. Maka itu, Pancasila harus menjadi alat pemersatu kehidupan bangsa ini. Dalam Pancasila, kita disatukan, meskipun memiliki keragaman. Perbedaan yang ada tidak menjadi pertentangan, melainkan memperkuat persatuan.

Cita-cita bangsa hanya bisa diapresiasi dan diaktualisasikan ketika Pancasila menjadi pedoman tindakan nyata untuk kesejahteraan rakyat. Kita bersyukur karena Bung Karno mampu mengkristalisasi nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi Pancasila. Pancasila kemudian menjadi habituasi bangsa, yaitu gugus insting yang mempengaruhi cara berpikir, bertindak, bernalar, dan berelasi. Pancasila menjadi kekuatan kita serta ideologi yang menyatukan kita semua.

Memperingati 1 Juni berarti merayakan kembali Pancasila sebagai falsafah bangsa yang mampu menggerakkan spirit bagi dinamika dan perubahan bangsa menuju kesejahteraan rakyat. Saatnya momentum 1 Juni ini kita kembalikan Pancasila menjadi dimensi etis bagi kehidupan bangsa.

Nilai-nilai Pancasila harus diaktualisasikan melalui tindakan nyata dan karya yang konkret. Pembumian Pancasila harus menjadi gerakan bagi kita semua, sehingga Pancasila mampu mewarnai kehidupan kita dalam kegiatan sehari-hari.

Tema "Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2024" menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, pasar, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencapai Indonesia Emas. Sinergi ini tidak hanya bertujuan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA), tetapi juga untuk memastikan kesejahteraan rakyat. Pancasila memberikan landasan etis dan moral bagi sinergi ini, memastikan bahwa setiap langkah yang diambil berpijak pada nilai-nilai kebangsaan yang luhur.

Sinergi antara pemerintah, pasar, dan masyarakat harus didasarkan pada kepercayaan, transparansi, dan kerjasama yang erat. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil berpijak pada nilai-nilai Pancasila. Pasar sebagai penggerak ekonomi harus mengedepankan prinsip keadilan dan kesejahteraan bersama, sementara masyarakat harus berpartisipasi aktif dalam pembangunan dengan semangat gotong royong.

Untuk mewujudkan Indonesia Emas, pengembangan SDM menjadi prioritas utama. Pendidikan yang berkualitas, pelatihan keterampilan, dan pembinaan karakter berlandaskan Pancasila harus diperkuat. SDM yang unggul dan berintegritas akan menjadi motor penggerak pembangunan bangsa.

Selain itu, pengelolaan SDA harus dilakukan dengan bijaksana dan berkelanjutan. SDA yang melimpah harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir pihak. Dalam perjalanan menuju Indonesia Emas, tantangan yang dihadapi bangsa ini tidaklah sedikit. Isu ketimpangan sosial, korupsi, intoleransi, dan degradasi lingkungan menjadi masalah yang harus diatasi.

Namun, dengan berpegang pada nilai-nilai Pancasila, tantangan tersebut dapat dijadikan peluang untuk memperkuat bangsa. Pancasila memberikan arah yang jelas dalam menghadapi tantangan ini, memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selalu berpijak pada prinsip keadilan sosial, persatuan, dan kemanusiaan. Indonesia harus mampu bersaing di tingkat global dan internasional.

Dalam era globalisasi, nilai-nilai Pancasila menjadi pilar utama yang membedakan Indonesia dari bangsa lain. Pancasila tidak hanya menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan global. Dalam kompetisi global, keunggulan Indonesia harus didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan solidaritas yang tertanam dalam Pancasila.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.