Pakar Politik Serukan Semua Pihak Tunggu Hasil Pemilu dalam Koridor Demokrasi
📅 Jumat, 16 Feb 2024, 08:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA /Virna Puspa Setyorini
BANJARMASIN - Pakar Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Dr Budi Suryadi, S.Sos, MSi menyerukan semua pihak agar dapat menunggu hasil penghitungan suara pemilu dalam koridor demokrasi.
"Harap semuanya bisa bersabar menahan diri dan jangan sampai menabrak demokrasi," kata dia di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (16/2).
Budi meminta tahapan demi tahapan setelah pencoblosan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan diawasi secara melekat oleh Bawaslu dapat dihormati sebagai bagian dari proses panjang pemilu.
Menurut dia, menjunjung tinggi serta menghormati kelembagaan demokrasi yang ada sebagai bentukkan dari hasil pemilu sebelumnya jadi sikap positif menyikapi kontestasi.
Oleh karena itu, bangunan rumah demokrasi harus dipercaya dalam prosedur dan kelembagaannya demi masa depan demokrasi di Indonesia.
Budi menyebut setiap pemilu tak terkecuali Pemilu 2024 memiliki tantangan demokrasi dengan hiruk-pikuk pendapat.
Walaupun demikian perlu disadari pemilu pascareformasi saling berkaitan dengan pemilu berikutnya, dimana hasil pemilu selalu terus membentuk formasi kelembagaan demokrasi hingga sekarang.
Di sisi lain, Dekan FISIP ULM ini mengakui kehadiran penghitungan cepat yang dilakukan beberapa lembaga survei berbasis formulir C1 ataupun yang melakukan penghitungan berdasarkan responden wajar.
"Pada negara demokrasi kehadiran lembaga survei memang wajar ada karena ini bentuk dari partisipasi politik atas setiap perhelatan pemilu," jelasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!