Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar Politik Serukan Semua Pihak Tunggu Hasil Pemilu dalam Koridor Demokrasi

📅 Jumat, 16 Feb 2024, 08:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pakar Politik Serukan Semua Pihak Tunggu Hasil Pemilu dalam Koridor Demokrasi Doc: ANTARA /Virna Puspa Setyorini
Ket. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur menunjukkan surat suara yang telah dicoblos saat penghitungan surat suara di World Trade Center Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (14/2/2024).

BANJARMASIN - Pakar Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Dr Budi Suryadi, S.Sos, MSi menyerukan semua pihak agar dapat menunggu hasil penghitungan suara pemilu dalam koridor demokrasi.

"Harap semuanya bisa bersabar menahan diri dan jangan sampai menabrak demokrasi," kata dia di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (16/2).

Budi meminta tahapan demi tahapan setelah pencoblosan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan diawasi secara melekat oleh Bawaslu dapat dihormati sebagai bagian dari proses panjang pemilu.



Menurut dia, menjunjung tinggi serta menghormati kelembagaan demokrasi yang ada sebagai bentukkan dari hasil pemilu sebelumnya jadi sikap positif menyikapi kontestasi.

Oleh karena itu, bangunan rumah demokrasi harus dipercaya dalam prosedur dan kelembagaannya demi masa depan demokrasi di Indonesia.

Budi menyebut setiap pemilu tak terkecuali Pemilu 2024 memiliki tantangan demokrasi dengan hiruk-pikuk pendapat.



Walaupun demikian perlu disadari pemilu pascareformasi saling berkaitan dengan pemilu berikutnya, dimana hasil pemilu selalu terus membentuk formasi kelembagaan demokrasi hingga sekarang.

Di sisi lain, Dekan FISIP ULM ini mengakui kehadiran penghitungan cepat yang dilakukan beberapa lembaga survei berbasis formulir C1 ataupun yang melakukan penghitungan berdasarkan responden wajar.

"Pada negara demokrasi kehadiran lembaga survei memang wajar ada karena ini bentuk dari partisipasi politik atas setiap perhelatan pemilu," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.