Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Museum NTB Konservasi Pusaka Keris Emas Berusia Ratusan Tahun

📅 Kamis, 08 Agu 2024, 17:46 WIB | Oleh:
Museum NTB Konservasi Pusaka Keris Emas Berusia Ratusan Tahun Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam memperlihatkan bilah keris berlapis emas yang sedang menjalani proses konservasi di Laboratorium Museum Negeri NTB yang berlokasi di Mataram, Kamis (8/8).

MATARAM - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan proses konservasi terhadap empat keris berusia ratusan tahun agar kembali bersih dari karat dan kotoran yang menempel pada barang pusaka tersebut.

"Proses konservasi sudah berlangsung sejak awal Muharam. Kami memilih bulan Muharam sebagai jadwal membersihkan keris sesuai dengan tradisi masyarakat lokal," kata Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam di Mataram, Kamis.

Nuralam menuturkan empat keris yang saat ini sedang melewati proses konservasi yaitu tiga keris Lombok dan satu keris Sumbawa. Keris-keris itu berlapis emas dan batu permata.

Menurutnya, kegiatan konservasi rutin dilakukan sebagai upaya proses pelestarian, perawatan, dan perlindungan terhadap koleksi yang tersimpan di Museum NTB.

"Ini sudah dua hari dan mungkin nanti hari ketiga baru selesai," kata Nuralam.

Kegiatan konservasi keris menghabiskan waktu yang terbilang lama 3-5 hari. Konservasi keris logam cenderung lebih cepat selesai, sedangkan keris berlapis emas butuh waktu lebih lama.

Rangkaian pembersihan keris dilakukan dengan melepaskan bilah dari gagang, lalu meredam bilah menggunakan air kelapa tua selama 2-3 hari. Setelah direndam air kelapa, bilah keris melewati proses pemutihan menggunakan air perasan jeruk nipis dan sabun colek.

Proses pemutihan bilah berlangsung selama 3-4 jam. Pada proses itu warna bilah yang semula abu-abu kehitaman berubah menjadi putih.

Usai proses pemutihan, bilah direndam ke dalam cairan arsenik warangan yang dicampur jeruk nipis selama 1,5 jam untuk memunculkan kembali pamor keris. Warangan adalah zat beracun campuran sianida yang banyak terdapat pada gunung berapi aktif dekat bebatuan belerang.

Ketika perendaman dengan warangan selesai, selanjutnya bilah melewati tahap pencucian untuk menghilangkan sifat beracun dari cairan warangan tersebut. Ketika bilah keris sudah bersih, maka proses terakhir adalah mengoleskan minyak melati.

Bilah kembali dipasangkan ke gagang, lalu dilapisi plastik dan ditaburi gel silika agar tidak mudah teroksidasi oleh udara yang lembap.

Museum Negeri NTB memakai metode konservasi tradisional karena cara itu terbukti efektif mengembalikan pamor keris dan telah dipakai oleh masyarakat selama beratus-ratus tahun.

Museum pelat merah itu memiliki 1.230-an koleksi senjata, termasuk keris. Koleksi paling tua berasal dari Kerajaan Majapahit.

Pewarang Keris dari Paguyuban Keris Anjani LombokMuhasimmengatakan kebersihan keris yang telah melalui proses konservasi bisa bertahan 5 sampai 10 tahun. Jika bilah keris sering dipegang, maka dalam waktu 1-2 bulan sudah bisa kembali berkarat.

"Konservasi keris emas yang paling menantang karena kami harus ekstra hati-hati. Proses pembersihan karat keris emas bisa berlangsung selama 3-4 hari," kata Muhasim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.