MSD dan YKI Hadirkan Cerita Perjalanan Pejuang Kanker Melalui Pameran Seni
📅 Jumat, 02 Feb 2024, 20:07 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: istimewa
JAKARTA - Perusahaan farmasi MSDIndonesia, bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mempersembahkan pameran seni yang menampilkan lukisan, tipografi, dan berbagai jenis karya lainnya dari para penyintas kanker. Kegiatan ini sebagai wadah untuk menceritakan perjalanan perjuangan melawan kanker yang mereka jalani.
Pameran bertema Close the Care Gap ini, diselenggarakan di Indonesia Design District, PIK 2, pada 2-4 Februari 2024 dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia.Seperti diketahui kankermasih menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia dan menjadi penyebab kematian tertinggi kedua setelah penyakit kardiovaskular.
Lika-liku perjalanan kehidupan yang dilalui terkait kanker, diceritakankonten kreatorHada Kusumonegoroyang menjadicaregivermendiang sang ibu, Nita. Ia didiagnosa mengidap kanker paru pada 2017sebelum menutup usia di tahun berikutnya.
"Ketika pertama kali menerima informasi bahwa ibu menderita kanker, tentu kami sekeluarga merasa sangat terpukul. Meski demikian, kami tidak mau menyerah begitu saja. Saya memutuskan untuk mendampingi dan menjadi caregiver bagi ibu," katanya melalui konferensi pers daring, Kamis (1/2).
Ia menambahkan, hal pertama yang saya lakukan adalah membekali diri dengan informasi-informasi yang tepat terkait kanker paru, serta terbuka dengan terapi kesehatan yang tersedia. Sebagai pengasuh (caregiver), yang juga penting untuk diperhatikan adalah kesehatan mental diri sendiri, dan juga pasien kanker."Agar proses perawatan bisa dilalui dengan lebih optimis sambil menatap kedepan menyongsong hari esok," ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejalan dengan pengalaman Hada, pada pameran tersebut, lebih dari 124 karya seni dari penyintas kanker dipamerkan. Mereka menceritakan empat fase perjalanan yang mencerminkan perasaan dan pengalaman mereka setelah didiagnosis kanker.
Fase-fase dimaksud adalah pertama "Hati dan Pikiran Saat Terdiagnosis Kanker" yang menyelami keadaan pikiran saat pertama kali pasien terdiagnosis kanker. Kedua "Warna-warni Mimpi Pejuang Kanker" yang menggambarkan impian dan tekad para penyintas dalam meraih mimpi untuk menang melawan kanker.
Ketiga "Ceritaku Bersama Kanker" yang memberikan perspektif penuh haru tentang perjalanan saat berjuang melawan kanker. Keempat "Perjuangan dan Mimpi Sebagai Penyintas Kanker" membuka pintu menuju pemahaman mengenai harapan kedepan dari para penyintas kanker.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih dari sekadar pameran karya seni, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai talk show edukasi dan seminar kesehatan bertajuk 'Ngobrolin Kanker.' Beberapa topik yang diangkat meliputi pemahaman tentang kanker paru, kanker payudara, kanker serviks, edukasi mengenai perjuangan awal dalam melawan kanker, mitos terkait kanker, hingga ragam tes penunjang untuk pasien kanker.
"ntuk memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi dan edukasi seputar kanker seperti jenis-jenis kanker, test penunjang, dan pengobatan kanker yang tersedia,MSDIndonesia menghadirkan @NgobrolinKanker. Harapannya, melalui informasi yang tepat dari sumber terpercaya maka masyarakat akan lebih berwawasan dan lebih mampu berinisiatif untuk mengantisipasi hambatan dalam pengobatan kanker seperti keterlambatan dan keengganan untuk berobat.
"Lebih jauh, dengan bersama-sama menghapus kesenjangan informasi terkait kanker, masyarakat juga lebih mampu menjaga kesehatannya, sekaligus lebih berdaya dalam memberikan pendampingan kepada penderita kanker - jika diperlukan," kata George Stylianou, Managing Director,MSDIndonesia
Kasus Meningkat
Di Indonesia tercatat 396.914 kasus kanker dengan total kasus kematian sebesar 234.511 orang pada 2020. Jenis kanker yang paling tinggi terjadi di Indonesia adalah kanker payudara, yang menyumbang 16,6 persen dari total 396.914 kasus, diikuti oleh kanker serviks, kanker paru, kanker usus dan kanker hati.
Koordinator Bidang Humas Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Pratiwi Astarmengatakan, hal yang mengkhawatirkan adalah pergeseran usia penderita kanker yang sebelumnya didominasi oleh pasien di atas usia 55 tahun, menjadi di bawah 50 tahun. Temuan terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal akses terbukaBritish Medical Journal(BMJ) Oncology yang dirilis pada September 2023, menunjukkan, kasus kanker baru pada usia di bawah 50 tahun mencapai 1,82 juta orang di dunia, meningkat 79 persen selama tiga dekade terakhir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!