Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Militer Bantah Ketua Junta Ditahan Para Jenderal

📅 Kamis, 15 Agu 2024, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Militer Bantah Ketua Junta Ditahan Para Jenderal Doc: AFP/YE AUNG THU
Ket. Pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing

YANGON - Junta militer Myanmar pada Rabu (14/8) mengatakan rumor bahwa para jenderal telah menahan pemimpin junta dalam sebuah aksi kudeta terbaru adalah propaganda yang disebarkan oleh pengkhianat menjelang kunjungan menteri luar negeri Tiongkok ke Myanmar.

Dalam beberapa pekan terakhir, pemimpin junta Min Aung Hlaing memang telah menghadapi kritik publik dari para pendukung militer setelah pasukan pemerintah kehilangan wilayahnya karena kelompok bersenjata etnis minoritas dan lawan lainnya yang berjuang untuk membatalkan kudeta pada tahun 2021.

Sebelumnya pada Selasa (13/8), beberapa postingan media sosial mengklaim bahwa para jenderal penting telah menahan Min Aung Hlaing di Ibu Kota Naypyidaw dalam upaya untuk mengubah kepemimpinan puncak junta.

"Klaim tersebut adalah propaganda dengan tujuan mengganggu perdamaian dan stabilitas negara," kata junta dalam sebuah pernyataan seraya menuduh mereka yang menyebarkan berita tersebut sebagai pengkhianat.

"Kepala negara dan pihak berwenang telah memenuhi tanggung jawab nasional mereka secara bersama-sama," imbuh junta.

Kunjungan Wang Yi Sementara itu Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, dijadwalkan tiba di Myanmar pada Rabu untuk melakukan pembicaraan dengan Min Aung Hlaing.

"Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperdalam kerja sama bilateral yang saling menguntungkan di berbagai bidang," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok yang tidak disebutkan namanya pada Selasa.

Tiongkok adalah sekutu utama dan pemasok senjata bagi junta, namun para analis mengatakan Tiongkok juga mempertahankan hubungan dengan kelompok etnis bersenjata yang menguasai wilayah dekat perbatasannya.

Dalam beberapa pekan terakhir, aliansi kelompok etnis bersenjata telah merebut wilayah junta di Negara Bagian Shan utara, yang berbatasan dengan Provinsi Yunnan, Tiongkok.

Wilayah yang direbut kelompok bersenjata etnis minoritas mencakup komando militer wilayah timur laut di Kota Lashio di Negara Bagian Shan, yang dihuni sekitar 150.000 penduduk.

Pengambilalihan komando regional, yang merupakan yang pertama dilakukan oleh aliansi penentang junta sejak kudeta militer pada tahun 2021, memicu kritik publik yang jarang terjadi terhadap para jenderal penting dari para pendukung junta.

Min Aung Hlaing kemudian mengatakan aliansi tersebut menerima senjata, termasukdronedan misil jarak pendek dari sumber asing yang tidak dia identifikasi. Pejabat tinggi Tiongkok terakhir yang mengunjungi junta yang terisolasi adalah mantan Menteri Luar Negeri Qin Gang, yang mengadakan pembicaraan dengan Min Aung Hlaing pada Mei 2023.

Menurut pejabat senior militer Myanmar, Menlu Wang Yi, tidak berencana untuk bertemu dengan pemimpin demokrasi Aung San Suu Kyi, yang telah ditahan oleh militer sejak kekuasaan direbut. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.