Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mewaspadai Serangan Buaya Saat Beraktivitas di Aliran Sungai

📅 Senin, 01 Jun 2026, 23:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mewaspadai Serangan Buaya Saat Beraktivitas di Aliran Sungai Doc: Antara
Ket. Penampakan seekor buaya di Bendungan Perjaya, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, Senin.

Martapura - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, mengimbau warga di daerah itu untuk waspada serangan buaya saat beraktivitas di aliran sungai.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Timur Budi Widiyanto di Martapura, Senin, mengatakan peringatan tersebut dikeluarkan setelah kemunculan seekor buaya di Bendungan Perjaya, Desa Keromongan, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, pada Jumat 29 Mei 2026.

Menurut kesaksian warga setempat, fenomena kemunculan satwa liar ini bukan yang pertama kali terjadi dalam pekan lalu.

"Diduga kuat bahwa terdapat lebih dari satu ekor buaya yang berkeliaran di sekitar lokasi tersebut," katanya.

Menurutnya, aliran Sungai Komering memang dikenal memiliki karakteristik ekosistem yang luas dan masih asri, sehingga menjadikannya sebagai salah satu habitat asli reptil besar.

Oleh sebab itu, kata dia, masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan menghindari melakukan aktivitas di sungai, terutama di sekitar bendungan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Para orang tua juga diminta untuk dapat mengawasi anak-anak mereka yang sering mandi dan bermain di aliran sungai serta bendungan, agar terhindar dari serangan buaya.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan untuk segera dilakukan penangkapan," tegasnya.

Sementara itu Rangga, salah seorang warga setempat, mengaku kemunculan reptil tersebut mulai memicu kecemasan di tengah masyarakat, karena Sungai Komering masih menjadi urat nadi aktivitas harian warga, mulai dari MCK hingga mencari nafkah.

"Kami berharap instansi terkait yang berwenang dalam penanganan satwa liar dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan mitigasi sebelum menimbulkan korban jiwa," harapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

46 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.