Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Meski Gagal Raih Medali Paralimpiade, Ni Nengah Widiasih Pecahkan Rekor Pribadi

📅 Kamis, 05 Sep 2024, 10:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Meski Gagal Raih Medali Paralimpiade, Ni Nengah Widiasih Pecahkan Rekor Pribadi Doc: ANTARA/NPC Indonesia
Ket. Lifter Indonesia Ni Nengah Widiasih bersiap melakukan angkatan dalam pertandingan para angkat berat kelas 41kg putri Paralimpiade Paris 2024 di Porte de la Chapelle, Paris, Prancis, Rabu (04/09/2024). Widi berhasil mengangkat beban seberat 101kg dan berada di posisi kelima.

JAKARTA - Atlet para angkat berat Indonesia, Ni Nengah Widiasih, berhasil memecahkan rekor pribadi dalam ajang Paralimpiade Paris 2024 dengan mencatatkan angkatan 101 kilogram, namun gagal meraih medali di kategori 41 kilogram putri.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Porte de la Chapelle Arena, Paris, Rabu (4/9) malam WIB, Widiasih memecahkan rekor pribadinya pada angkatan kedua. Beban yang diangkatnya kali ini lebih berat tiga kilogram dari angkatan yang membawanya meraih medali perak di Paralimpiade Tokyo 2020.

Sayangnya, pencapaian itu hanya mengantarkan Widi ke posisi kelima.

Widi, panggilan akrabnya, berusaha untuk mengangkat beban 106 kilogram pada kesempatan ketiga, namun upaya tersebut gagal. Sementara itu, lawan-lawannya berhasil mencatatkan angkatan yang lebih berat. Atlet China, Zhe Chui, keluar sebagai juara dengan angkatan 119 kilogram, yang sekaligus menjadi rekor baru di nomor 41 kilogram putri.

Medali perak diraih oleh Esther Nworgu dari Nigeria dengan angkatan 118 kilogram, sedangkan Lara Aparecida da Lima dari Brasil merebut medali perunggu dengan angkatan 109 kilogram.

Usai pertandingan, Widi menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa membawa pulang medali untuk Indonesia pada Paralimpiade Paris 2024.

"Terima kasih atas dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia. Mohon maaf kali ini saya belum berhasil membawa pulang medali untuk Indonesia di Paralimpiade yang keempat untuk saya," kata Widi dalam keterangan tertulis.

Widi juga menjelaskan bahwa ia telah berjuang sekuat tenaga meski masih merasakan dampak cedera bahu yang dialaminya selama masa persiapan.

"Saya mengalami cedera yang lumayan berat, mungkin ini menjadi salah satu faktornya. Namun, saya tidak ingin menjadikannya sebagai alasan. Apa yang terjadi hari ini adalah kehendak Tuhan, dan saya belum diizinkan untuk meraih kemenangan," tambahnya.

Meskipun tren medali Paralimpiade-nya terhenti di Paris, Widi tetap optimistis dan bersemangat untuk menghadapi kejuaraan berikutnya. Ia berharap bisa menjalani pemulihan cedera dengan baik dan kembali berlaga dalam kondisi terbaik.

"Harapan saya setelah ini adalah bisa recovery dengan lebih baik lagi," ucapnya.

Cabang olahraga angkat berat Indonesia masih memiliki dua wakil di Paralimpiade Paris 2024. Siti Mahmudah akan turun di nomor 79 kilogram putri pada Sabtu (7/9), sementara Sriyanti akan bertanding di nomor +86 kilogram putri pada Minggu (8/9).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.