Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menyimpan DHE SDA Perkuat Perputaran Ekonomi Dalam Negeri

📅 Kamis, 27 Feb 2025, 08:09 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Menyimpan DHE SDA Perkuat Perputaran Ekonomi Dalam Negeri Doc: istimewa
Ket. Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya/Direktur Institute for Financial and Economics Studies (IFES) YB. Suhartoko

JAKARTA-Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, menahan DHE (devisa hasil ekspor) merupakan suatu langkah yang baik untuk menambah penawaran Dolar di pasar valuta asing. Namun demikian ada dua hal penting yang perlu diperhatikan. 

Pertama ketika ditahan di dalam negeri untuk jangka waktu setahun, DHE yang dipunyai para eksportir harus bisa diinvestasikan ke surat berharga yang menghasilkan imbal hasil yang menarik, sehingga tidak ada dorongan melakukan rekayasa investasi ke luar negeri baik legal maupun ilegal.

Yang kedua pemerintah juga perlu memperhatikan eksportir yang juga sekaligus importir. Maka perusahaan tersebut perlu mengajukan perhitungan likuiditas dolarnya secara detil, atau pemerintah melakukan pengaturan berdasarkan arus keuangan perusahaan. "Dengan demikian untuk keperluan stabilitas nilai tukar tidak menjadi penghambat peningkatan ekspor,"ujarnya menanggapi pernyataan Presiden Prabowo, Rabu (26/2)

Presiden Prabowo Subianto menargetkan tambahan devisa hingga 100 miliar dollar Amerika Serikat (AS) per tahun melalui kebijakan penyimpanan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) di dalam negeri.

Saat peresmian Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia di Jakarta, Rabu (26/2), Presiden menyebutkan bahwa mulai 1 Maret 2025, seluruh entitas yang memanfaatkan aset negara dan menerima kredit dari bank pemerintah wajib menempatkan hasil penjualan dan usahanya di bank-bank nasional.

“Hal ini sudah dilakukan oleh banyak negara cukup lama. Dengan langkah ini, maka devisa hasil ekspor kita diperkirakan akan tambah sebanyak 80 miliar dollar AS di tahun 2025,” kata Prabowo.

Kebijakan itu kata Kepala Negara akan memperkuat cadangan devisa nasional sebagai ikhtiar menuju kemandirian ekonomi, menuju Indonesia yang aman, adil, makmur, kuat, dan mandiri.

Penempatan devisa di bank pemerintah juga diharapkan mampu memperkuat likuiditas perbankan nasional, sehingga mampu mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif dalam negeri.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) 100 persen bertujuan untuk memperkuat perputaran ekonomi di dalam negeri.

“Saya memahami yang disampaikan, namun kita menginginkan perputaran ekonomi yang lebih kuat di dalam negeri, karena kita memiliki likuiditas yang lebih banyak, berasal dari ekspor tambang kita,” kata Suahasil.

Kebijakan itu kata Suahasil sudah mempertimbangkan produksi hasil tambang dalam negeri yang melimpah, tak hanya batu bara tetapi juga berbagai jenis mineral lainnya.

Ketika tambang dijual, devisa yang diperoleh dari penjualan tersebut diharapkan benar-benar berputar di dalam negeri.

Devisa katanya juga bisa digunakan sebagai kolateral atau underlying untuk kegiatan ekonomi selanjutnya. Manfaat devisa juga bisa digunakan untuk mendukung eksplorasi dan penambangan berikutnya. Intinya, uang terus berputar di dalam negeri.

“Ini makna atau intensi dari kebijakan ini. Kalau ada devisa hasil ekspor dan kami minta ada di Indonesia, itu artinya berputar di Indonesia,” kata Suahasil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.