Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menyedihkan, Kemenkes: 5,75 Persen Pasien Kusta di Indonesia Alami Cacat

📅 Kamis, 07 Mar 2024, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menyedihkan, Kemenkes: 5,75 Persen Pasien Kusta di Indonesia Alami Cacat Doc: ANTARA/Andi Firdaus
Ket. Tangkapan layar - Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI Maria Endang Sumiwi saat menyampaikan sambutan dalam agenda Peringatan Hari Penyakit Tropis Terabaikan (NTDs) 2024 di Jakarta, diikuti dalam jaringan, Rabu (6/3/2024).

Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan sekitar 5,75 persen dari total 14.376 pasien penyakit kusta di Indonesia mengalami kecacatan akibat gangguan pada sistem saraf.

"Permasalahan kusta tidak hanya sebatas tingginya prevalensi, namun juga masih tingginya proporsi pasien baru dengan disabilitas tingkat 2 sebesar 5,75 persen," kata Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI Maria Endang Sumiwi dalam agenda Peringatan Hari Penyakit Tropis Terabaikan (NTDs) 2024 diikuti dalam jaringan di Jakarta, Rabu.

Data terbaru Kemenkes mengungkapkan bahwa sepanjang 2023 terdapat 14.376 kasus baru kusta yang dilaporkan dari 38 provinsi.

Sebanyak 90 persen kasus kusta adalah tipe multibasiler dengan gejala rasa baal dan menyerang banyak cabang saraf. Sedangkan 8,20 persen di antaranya menyerang anak-anak.

Ia mengatakan data tersebut mencerminkan bahwa penularan kusta masih terjadi di lingkungan yang belum tertangani dengan baik.

Kemenkes juga melaporkan sekitar 5,7 persen penderita kusta telah mengalami disabilitas atau kecacatan grade dua akibat kerusakan saraf, kondisi itu menandakan bahwa penyakit ini telah mencapai tahap lanjut pada sebagian penderitanya.

Menurut Maria Endang Kusta memiliki target eliminasi kurang dari satu per 10.000 penduduk, tapi hingga 2023 masih dilaporkan 14.376 kasus baru dengan 11 provinsi dan 124 kabupaten/kota masih memiliki prevalensi di atas satu per 10.000 penduduk.

Kemenkes memfokuskan upayanya untuk menemukan penderita kusta sebelum mengalami disabilitas.

Pada 2022, Indonesia pernah menempati posisi ketiga dunia dengan 12.612 kasus baru kusta. Namun, upaya pencegahan dan penanganan terus dilakukan untuk mencapai eliminasi kusta secara nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kusta merupakan salah satu dari 21 penyakit tropis terabaikan di dunia yang perlu dieliminasi.

Salah satu upayanya adalah dengan menjaga lingkungan yang sehat bagi masyarakat.

Menurut Menkes Budi berbagai penyakit tropis terabaikan dapat dieliminasi jika masyarakat dapat menjaga lingkungan sehingga berbagai hewan dan binatang yang ada di lingkungan tidak membawa virus, bakteri, atau patogen penyakit.

"Memang, cara yang paling bagus dan paling benar, walaupun susah, adalah jaga lingkungannya. Kalau lingkungannya nggak banyak nyamuk, segala penyakit yang dibawa nyamuk pasti menurun," ujarnya.

Menkes Budi juga menyampaikan, upaya eradikasi dan eliminasi penyakit tropis terabaikan merupakan program kesehatan berkelanjutan yang tidak dapat selesai dalam satu atau dua tahun.

Upaya mengeliminasi penyakit-penyakit tersebut membutuhkan komitmen bersama untuk menjaga kesehatan lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

22 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.