Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mendag Pede: Indonesia Bisa Jadi Primadona Kopi Dunia

📅 Senin, 19 Jan 2026, 18:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mendag Pede: Indonesia Bisa Jadi Primadona Kopi Dunia Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Kopi arabika lereng gunung Argopuro Situbondo Jawa Timur.

JAKARTA – Potensi kopi Indonesia terbilang besar, bukan cuma karena luasnya lahan dan ragam varietas, tapi juga karena ceritanya yang kuat di pasar global. Dari Aceh Gayo sampai Papua, kopi Indonesia punya karakter rasa yang khas dan sulit ditiru negara lain.

Namun, di balik aromanya yang mendunia, tantangan masih terasa—mulai dari produktivitas petani, regenerasi kebun, hingga fluktuasi harga global.

Jika penguatan hilirisasi, kualitas pascapanen, dan branding terus dibenahi, kopi Indonesia tak sekadar jadi komoditas ekspor, tapi bisa naik kelas sebagai identitas ekonomi kreatif yang bernilai tinggi.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut, pemerintah akan melakukan upaya agar Indonesia dapat menjadi pusat atau hub kopi dunia.

Hal ini disampaikan oleh Budi sebagai respon atas usulan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang menginginkan agar penetapan harga kopi dunia bisa dilakukan di tanah air, mengingat Indonesia sebagai salah satu produsen terbesar.

"Kantornya kan sekarang ada di Inggris kalo nggak salah. Kemarin alasannya kita kan produsenya. Coba nanti kita akan coba melakukan perdekatan supaya kita menjadi pusat, menjadi hub kopi ya," kata Budi usai menghadiri peresmian kantor Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) di Jakarta, Senin (19/1).

Terkait kemungkinan penetapan harga kopi berada di Indonesia, Budi mengatakan bahwa hal tersebut masih akan dikaji lebih lanjut, lantaran menyangkut mekanisme pasar yang telah berjalan bertahun-tahun.

Pemerintah, lanjut Budi, perlu melihat konsep yang tepat bersama asosiasi internasional dan perwakilan negara-negara produsen maupun konsumen kopi.

"Nanti kalau kita bisa kantor pusatnya di sini, kan paling tidak kita bisa merekrut atau bersama-sama dengan asosiasi internasional lainnya, yang perwakilan di masing-masing negara untuk menyampaikan seperti apa nanti konsepnya," terangnya.

Mendag menyampaikan langkah untuk memindahkan pusat penetapan harga kopi dunia tidak dapat dilakukan dengan instan.

Untuk tahap awal, pemerintah akan fokus melakukan pendekatan melalui berbagai forum kopi internasional.

Ia berharap upaya tersebut dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai industri kopi global, sekaligus meningkatkan daya saing kopi nasional di pasar global.

"Sehingga, kopi dari Indonesia semakin dikenal di negara lain. Karena memang jenis kopi di Indonesia dan kita juga produsen kopi yang besar," imbuh.

Sebelumnya, Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie menyampaikan bahwa Kadin mendorong Indonesia untuk mengambil peran lebih besar sebagai pusat perdagangan kopi dunia, mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen utama global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.