Mencermati Data Ekonomi AS
📅 Jumat, 17 Nov 2023, 10:43 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi berbalik menguat, jelang akhir pekan ini, meskipun bersifat terbatas. Akibat minim sentimen dari dalam negeri, pergerakan rupiah bakal dipengaruhi perkembangan ekonomi di Amerika Serikat (AS).
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (17/11), bergerak menguat terbatas di kisaran 15.500-15.600 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank pada penutupan perdagangan, Kamis (16/11), melemah 21 poin atau 0,13 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.555 rupiah per dollar AS.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebutkan pelemahan rupiah dipengaruhi penguatan dollar AS berkat data penjualan ritel AS yang kuat. Tercatat, penjualan ritel AS sebesar -0,1 persen Month over Month (MoM) pada Oktober 2023, lebih baik dari perkiraan -0,3 persen.
"Penjualan ritel AS yang kuat mendorong ketidakpastian The Fed (Federal Reserve). Data yang dirilis semalam menunjukkan bahwa belanja ritel AS terus bertahan hingga bulan Oktober," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, kemarin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, angka tersebut agak mengimbangi optimisme atas penurunan inflasi AS baru-baru ini, mengingat hal tersebut masih dapat menimbulkan tekanan harga yang besar dalam beberapa bulan mendatang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!